Suara.com - Bukan hal mudah membuat anak betah memakai masker dalam jangka waktu lama. Tapi bagaimana pun, anak harus dibiasakan memakai masker untuk melindungi dirinya dari paparan virus. Apa yang bisa orangtua lakukan?
Sementara itu, persoalan kentut juga selalu menarik diulik. Banyak orang sering menyebut bahwa lebih baik kentut berbau dibandingkan tidak kentut sama sekali. Bahkan di masyarakat ada anggapan bahwa sulit untuk kentut bisa menjadi penyebab penyakit serius. Nah, jadi penasaran, berapa kali jumlah kentut yang normal dalam sehari, ya?
Simak berita menarik lainnya di bawah ini ya!
1. 7 Cara Agar Anak Betah Memakai Masker
Persoalan kapan anak akan kembali ke sekolah memang masih diperdebatkan. Tapi satu hal yang pasti, masker kini menjadi benda wajib yang harus dikenakan anak saat ia keluar rumah, termasuk di sekolah. Tapi, bagaimana caranya agar anak betah memakai masker dalam jangka waktu lama?
Bisa dipastikan, sulit membuat anak mau memakai maskernya dalam waktu lama, entah karena alasan sesak, panas, atau karena ia ingin berbicara dengan temannya.
Tapi, ada tips yang bisa Anda lakukan supaya anak betah memakai masker. Ini dia, seperti dilansir dari Huffpost.
2. Berapa Kali Sih Normalnya Kentut Dalam Sehari? Ahli Ungkap Jawabannya
Banyak orang sering menyebut bahwa lebih baik kentut berbau dibandingkan tidak kentut sama sekali.
Baca Juga: Berapa Lama Masker Dipakai & Harus Ganti? Ini Kata Jubir Covid-19 dr Reisa
Di masyarakat ada anggapan bahwa sulit untuk kentut bisa menjadi penyebab penyakit serius.
3. Orangtua Harus Waspada, Ini Sebab Anak Alami Kejang Demam Berulang
Setiap orangtua pasti akan khawatir ketika anaknya sakit, terutama saat mengalami sakit kejang demam.
Kondisi ini semakin membuat orangtua cemas jika anak masih berusia enam bulan sampai lima tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini