Suara.com - Anda yang ingin langsing, coba perbanyak makan sayur. Cara sehat murah meriah ini sudah dibuktikan oleh para peneliti lho!
Selama ini, imbauan untuk memperbanyak konsumsi buah dan sayur bukan hanya demi kesehatan tubuh, tapi juga memang bermanfaat untuk mengecilkan lingkar perut.
Penelitian membuktikan, mengurangi makan daging dan memperbanyak makan sayur bisa menurunkan indeks massa tubuh.
Indeks massa tubuh yang rendah membuat Anda terhindar dari risiko obesitas atau kegemukan. Sehingga, memperbanyak makan sayur bisa membantu Anda mencapai berat badan ideal.
Dikutip dari Medical Daily, studi ini mengungkapkan bahwa mereka yang sedikit mengonsumsi produk hewani, seperti para vegetarian, terbukti memiliki indeks massa tubuh yang lebih rendah bila dibandingkan dengan mereka yang banyak mengonsumsi daging.
"Produk tinggi lemak dan gula bisa menggemukkan. Mereka menstimulasi nafsu makan dan memperlambat rasa kenyang. Apabila Anda menghindari daging, Anda akan mengonsumsi lebih sedikit produk seperti itu," kata Evelyn Mendawar, penulis utama dari studi tersebut.
Makanan vegetarian mengandung banyak serat yang memiliki dampak positif pada mikrobioma dalam usus kita.
Evelyn melanjutkan, orang yang benar-benar tidak mengonsumsi produk hewani dan melakukan diet begetarian memiliki indeks massa tubuh 1,2 angka lebih rendah.
Para peneliti juga menemukan bahwa mengikuti diet berbasis nabati memiliki dampak pada kepribadian kita juga. Ditunjukkan pada vegetarian yang tampak lebih introver daripada pemakan daging.
Baca Juga: Rutin Timbang Berat Badan, Kunci Tetap Langsing Saat Di Rumah Aja
"Cukup sulit untuk mengatakan apa alasannya. Bisa jadi karena orang yang lebih introver cenderung memiliki kebiasaan makan yang lebih ketat atau karena mereka lebih terpisah secara sosial karena kebiasaan makan mereka," kata Veronica Witte, salah satu penulis studi tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
Bakwan hingga Samosa, Gorengan Sayur Wajib untuk Buka Puasa
-
Hindari Mi Instan, Pilih Telur Dadar Sayur Agar Puasa Tetap Berenergi
-
Tukang Sayur: Psikolog Jalanan Tanpa Gelar dari Gang ke Gang
-
Agar Siswa Suka Makan Sayur, BGN Akan Libatkan Guru dan Mahasiswa Dalam Pendidikan Gizi di Sekolah
-
Novel Belok Kiri Langsing: Tidak Ada Proses yang Instan!
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?