Suara.com - Singapura kembali melaporkan lebih dari 150 kasus baru virus Corona dalam sehari. Namun angka kesembuhan juga meningkat dibanding hari sebelumnya.
Dilansir Anadolu Agency, Singapura melaporkan 158 kasus Covid-19 baru pada Kamis sehingga total keseluruhan menjadi 45.423.
Dalam keterangan persnya, Kementerian Kesehatan Singapura menyatakan mayoritas kasus berasal dari asrama pekerja migran.
Sementara itu pada Kamis (9/7/2020) dini hari, Kementerian Kesehatan Singapura melaporkan 321 pasien sembuh dari Covid-19. Jumlah keseluruhan kini mencapai 41.323 orang.
Singapura juga melaporkan satu warga yang terinfeksi Covid-19 meninggal dunia. Dia ditemukan tidak sadarkan diri di tempat tinggalnya dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Sengkang pada 7 Juli lalu.
Namun otoritas kesehatan Singapura belum bisa memastikan apakah pasien memang meninggal karena Covid-19.
Kementerian Kesehatan Singapura menyampaikan penyebab awal kematian pasien akibat gagal kardiorespirasi, bukan infeksi Covid-19.
"Hanya kasus di mana dokter atau ahli patologi yang menghubungkan penyebab utama atau penyebab kematian akibat infeksi Covid-19 yang akan ditambahkan ke dalam hitungan kematian sebagaimana aturan medis internasional," ucap Kementerian Kesehatan.
Dengan temuan ini, tidak ada tambahan pasien meninggal akibat Covid-19. Total pasien Covid-19 meninggal di Singapura masih 26 orang.
Baca Juga: Malaysia Berhasil Tekan Kasus Baru Covid-19, Bagaimana dengan Singapura?
Berita Terkait
-
Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun
-
Temui PM Singapura, Pramono Jual Potensi Investasi di Jakarta
-
BBM di Indonesia Lebih Murah dari Singapura, tapi Apakah Lebih Terjangkau?
-
Rayu Investor Global di Singapura, Pramono Anung: Jakarta Terbuka bagi Investasi Hijau
-
Singapura Buka Suara soal Aturan Ekspor Satu Pintu Danantara Sumberdaya Indonesia
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?