Ilustrasi teh hijau. (Sumber: Shuttertsock)
Suara.com - Teh hijau memiliki banyak manfaat, dua di antaranya adalah detoksifikasi dan menurunkan berat badan. Ini dianggap sebagai minuman paling sehat ketika Anda ingin mengeluarkan racun dari tubuh.
Biasanya, disarankan agar teh hijau dikonsumsi pertama di pagi hari dan kemudian malam hari untuk hasil terbaik. Tapi ada pedoman tertentu yang dapat diikuti oleh peminum agar mendapat manfaat teh hijau secara maksimal.
Dilansir The Indian Express, berikut pedoman yang boleh dan tidak boleh dilakukan ketika meminum teh hijau:
- Jangan minum teh hijau saat benar-benar panas. Hal ini hanya akan menghilangkan rasanya, esensinya. Seperti teh lain, teh hijau lebih enak saat dikonsumsi hangat.
- Minum teh hijau tepat setelah makan dapat memperlambat atau menghalangi proses pencernaan tubuh. Biarkan makanan mengendap, sebelum berpikir untuk mengonsumsi teh hijau.
- Merendam daun teh lebih lama tidak akan menambah nutrisi minuman, justru akan membuatnya menjadi pahit serta beracun yang sebenarnya kontra-produktif.
- Minum teh saat Anda punya waktu dan bisa menikmatinya sambil duduk santai. Jangan terburu-buru saat mengonsumsinya, karena dengan begitu manfaat detoksifikasi tidak akan bekerja maksimal.
- Jangan mengonsumsi obat dengan teh hijau, konsumsi air mineral saja.
Minuman teh hijau dapat membahayakan tubuh karena komposisi kimiawi tablet bisa bercampur dengan teh. Itu dapat menyebabkan tingkat keasaman yang parah.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
Terkini
-
Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Waspada Halusinasi Medis yang Berbahaya
-
Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja
-
Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo
-
Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala