Suara.com - Berolahraga adalah salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
Sebaliknya, kurangnya olahraga dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol, tekanan darah tinggi, obesitas, dan diabetes tipe 2, yang semuanya terbukti meningkatkan risiko penyakit jantung.
Jadi, jelas bahwa olahraga itu penting untuk jantung yang sehat.
Dilansir Insider, berikut olahraga terbaik dan seberapa banyak olahraga yang dibutuhkan untuk kesehatan jantung.
- Aerobik
Aerobik merupakan olahraga yang meningkatkan pernapasan dan detak jantung. Ini juga dikenal sebagai olahraga kardio, karena secara langsung meningkatkan sistem kardiovaskular kita.
"Aktivitas aerobik akan meningkatkan kapasitas tubuh Anda untuk menggunakan oksigen, meningkatkan sirkulasi, dan menurunkan detak jantung," kata Monisha Bhanote, MD, ahli penyakit dalam dan pendiri Pengobatan Integratif di Jacksonville Beach, Florida.
American Heart Association merekomendasikan orang dewasa melakukan minimal 150 menit atau 2,5 jam olahraga aerobik intensitas sedang setiap minggu.
Olahraga ini termasuk berjalan, menari, aerobik air, tenis, dan bersepeda.
Baca Juga: Turunkan Tekanan Darah Tinggi, Coba Olahraga Ini selama 40 Menit!
- Olahraga kekuatan
American Heart Association merekomendasikan melakukan latihan kekuatan intensitas sedang hingga tinggi dua kali seminggu dengan minimum 150 menit per sesi olahraga.
Contoh latihan kekuatan meliputi angkat beban, latihan ketahanan, push-up, latihan beban tubuh, dan latihan inti untuk membakar lemak perut.
- Peregangan untuk kesehatan jantung
Peregangan dan peningkatan fleksibilitas adalah jenis latihan penting lainnya yang direkomendasikan oleh American Heart Association.
Beberapa jenis latihan peregangan, terutama yoga, dapat berdampak langsung pada kesehatan jantung dengan mengurangi kekakuan arteri, atau penebalan arteri yang berhubungan dengan tekanan darah tinggi dan stroke.
Latihan peregangan dan fleksibilitas juga dapat membuat latihan aerobik dan latihan kekuatan lebih mudah.
"Peregangan dan fleksibilitas memungkinkan Anda melakukan aktivitas aerobik dan latihan kekuatan secara lebih efisien dengan mengurangi cedera dan meningkatkan stabilitas," kata Bhanote.
Ia merekomendasikan setidaknya lima menit peregangan lima kali seminggu, baik sebelum dan sesudah olahraga.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?
-
Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien