Suara.com - Mona Ratuliu membagikan kondisi anak keempatnya, Numa yang mengalami ruam merah di wajahnya. Mona Ratuliu mengatakan anaknya sedang menderita dermatitis atopik karena faktor keturunan.
"2-3 hari belakangan kulit numa memerah dan agak berair. Bukan karena keseringan dicium, bukan juga karena kena ASI kok," ujar Mona Ratuliu dalam unggahan Instagramnya.
Seperti yang Anda ketahui, dermatitis atopik atau eksim bisa terjadi pada orang yang memiliki riwayat keluarga mengidap eksim, alergi atau asma.
Penyakit kulit ini biasanya muncul pertama kali saat bayi usia di bawah satu tahun. Tapi, kondisi ini bisa terus kambuh hingga dewasa atau membaik.
Tapi, dermatitis atopik yang muncul pada bayi dan orang dewasa bisa sangat berbeda. Menurut Jonathan Silverberg, MD, Ph.D., MPH, dermatitis atopik pada orang dewasa tergolong sulit didiagnosis.
"Selain itu, diagnosis banding dermatitis atopik jauh lebih luas pada orang dewasa," kata Dr. Silverberg, direktur Pusat Eksim Pengobatan Northwestern dan Klinik Dermatitis Kontak, Rumah Sakit Memorial Northwestern, Chicago dikutip dari Dermatology Times.
Perbedaan lainnya, dermatitis atopik pada orang dewasa seringkali memiliki lebih sedikit lesi. Lesi biasanya muncul di bagian kepala, leher dan tangan.
Dr Jonathan Silverberg juga mengatakan lesi yang muncul pada orang dewasa biasanya nummular atau berbentuk seperti koin. Sehingga ahli kulit perlu memerhatikan komorbiditas kesehatan mental pada pasien dermatitis atopik dewasa, seperti kecemasan dan depresi. Gejala kecemasan dan depresi sangat umum terjadi pada orang dewasa dengan dermatitis atopik.
Selain itu, pasien dermatitis atopik biasanya mengalami serangan penyakit kulit pada orang dewasa. Karena itu, perawatan dermatitis atopik yang tepat bisa membantu meringankan gejalanya atau bahkan seseorang bisa sembuh.
Baca Juga: Obat Tekanan Darah Bisa Bantu Pasien Virus Corona, Ini Temuan Peneliti
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya
-
5 Rekomendasi Susu Kambing Etawa untuk Jaga Kesehatan Tulang dan Peradangan pada Sendi
-
Mencetak Ahli Gizi Adaptif: Kunci Menghadapi Tantangan Malnutrisi di Era Digital
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital