- Universitas Mercu Buana memasang panel surya di Agro Edu Wisata Kembangan Utara untuk menekan biaya operasional pertanian.
- Kelompok tani mendapatkan pelatihan pengoperasian sistem dan edukasi energi terbarukan guna mencapai kemandirian energi perkotaan.
- Program ini diharapkan menjadi model urban farming berkelanjutan serta berkontribusi mendukung pencapaian tujuan pembangunan global.
Suara.com - Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mulai diterapkan di kawasan urban farming sebagai solusi untuk menekan biaya operasional sekaligus mendukung penggunaan energi bersih.
Langkah ini dilakukan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Mercu Buana di Agro Edu Wisata Kelompok Tani Gabungan Semua Gang (GSG) 07, Kelurahan Kembangan Utara, Jakarta Barat.
Program tersebut merupakan bagian dari Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Pendanaan 2026, berdasarkan Kontrak Induk Nomor 206/C3/DT.05.00/PM/2026 serta Kontrak Turunan Nomor 0694/LL3/DT.06.01/2026 dan 01-1-4/025/SPK-PKM/V/2026.
Program ini tidak hanya menghadirkan instalasi panel surya, tetapi juga membekali anggota kelompok tani dengan pelatihan pengoperasian sistem PLTS, pemeliharaan, edukasi energi terbarukan, hingga pengelolaan keuangan sederhana.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Mercu Buana, Wieta Chairunesia, mengatakan program tersebut merupakan bentuk penerapan ilmu pengetahuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong kemandirian energi.
"Kami berharap program ini tidak berhenti pada pemasangan panel surya semata, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan energi terbarukan secara mandiri," ujar Wieta.
Potensi Besar Energi Surya di Urban Farming
Sebelum program dijalankan, tim melakukan survei di Agro Edu Wisata GSG 07. Kawasan ini memiliki dua unit greenhouse, 22 instalasi hidroponik, enam kolam budidaya ikan, area kebun sekitar 1.500 meter persegi, serta bangunan operasional yang juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi masyarakat.
Hasil survei menunjukkan atap greenhouse memiliki paparan sinar matahari yang optimal sehingga dinilai sangat potensial sebagai lokasi pemasangan panel surya.
Baca Juga: 3 Power Bank Jumbo dengan Panel Surya, Bisa Nyalakan Laptop dan Kipas Angin saat Mati Listrik
Sebelumnya, seluruh aktivitas di kawasan tersebut masih bergantung pada listrik PLN, mulai dari mengoperasikan pompa hidroponik hingga penerangan. Kondisi itu membuat biaya listrik menjadi salah satu pengeluaran terbesar kelompok tani.
Dengan hadirnya PLTS, kebutuhan listrik untuk operasional diharapkan dapat dipenuhi secara lebih efisien sehingga ketergantungan terhadap energi konvensional berkurang.
Tak Hanya Pasang Panel Surya
Selain memasang sistem PLTS, Universitas Mercu Buana juga memberikan pelatihan kepada anggota kelompok tani mengenai cara mengoperasikan dan merawat instalasi panel surya agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai efisiensi energi, keselamatan instalasi listrik, hingga pelatihan penyusunan laporan keuangan sederhana menggunakan Microsoft Excel untuk meningkatkan tata kelola kelompok.
Ketua Agro Edu Wisata GSG 07, Kasmin, menyambut baik program tersebut. Menurutnya, kehadiran panel surya menjadi langkah penting untuk mengurangi biaya operasional sekaligus membuka jalan menuju kemandirian energi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Berkebun di Kota Kini Lebih Hemat, Panel Surya Jadi Solusi untuk Urban Farming
-
Kala Anak Nasabah PNM Mekaar Berkata 'Orang Tua Saya Berjuang di Sawah, Saya Berjuang di Sekolah'
-
Dunia Peanuts Jadi Nyata! Snoopy Siapkan Pengalaman Seru untuk Keluarga dan Penggemar Animasi
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Bawa Modal Rp800 Juta Demi 1 Kg Sabu, Pengedar Asal Gunung Batu Diringkus Polres Cimahi
-
Kejagung Rotasi Pejabat, Rinaldi Umar Ditunjuk Jadi Direktur Penyidikan Jampidsus
-
Dibatalkan Sepihak Usai Daftar Ulang, Orang Tua Siswa SMAN 1 Cileungsi Lapor Dedi Mulyadi
-
Tak Sekadar Bersih-Bersih, Mandi Kini Jadi Ritual Relaksasi untuk Jaga Kesehatan Mental
-
Babak Pertama Final AFF Women's Cup 2026: Timnas Putri Indonesia Unggul 1-0
-
BRI Dukung BKKBN Salurkan Bantuan Keluarga Berisiko Stunting di Kepulauan Talaud