Suara.com - Banyak vaksin Covid-19 yang sedang dalam tahap akhir pengembangan dan para ilmuwan berharap vaksinasi massal dapat terjadi paling cepat Januari mendatang.
Namun, vaksin Sputnik V, vaksin Covid-19 pertama dari Rusia, telah disetujui untuk didistribusikan pada awal Agustus.
Untuk mewujudkannya, Rusia meminta bantuan India dalam pembuatan vaksin Sputnik V mereka, sekaligus melakukan uji coba tahap 3.
Sputnik V, vaksin berbasis vektor adenovirus, dikembangkan oleh Gamaleya Scientific Research Institute of Epidemiology and Microbiology dan telah didaftarkan pada 11 Agustus lalu.
"Pemerintah Rusia mendekati pemerintah India untuk mencari bantuan dalam dua hal, untuk mempertimbangkan pembuatan vaksin melalui jaringan perusahaan kami yang terkenal dengan pembuatan vaksin berkualitas tinggi. Permintaan kedua adalah, jika perlu, uji coba tahap 3," kata anggota NITI Aayog (sebuah wadah pemikir kebijakan Pemerintah India), Dr. VK Paul, dilansir dari The Health Site.
Dr. Paul menyebut situasi ini sebagai 'win-win' untuk India dan mereka sudah mempertimbangkan penawaran kemitraan ini.
"India dapat memproduksi vaksin itu dalam jumlah besar dan signifikan, yang baik untuk Rusia dan India, dan bagian tertentu dari jumlah (produksi vaksin) itu juga dapat diberikan kepada dunia," sambungnya.
Tidak hanya memproduksinya, mereka juga akan melakukan permintaan pertama pemerintah Rusia, data tentang vaksin juga telah dilihat oleh para ilmuwan India.
Dalam uji coba tahap 3, vaksin eksperimental diberikan kepada ribuan orang dan diuji kemanjuran dan keamanannya.
Baca Juga: Cegah Covid-19 Mahasiswa UMM Lakukan Penyemprotan Desinfektan
“Kami bekerja dalam kemitraan dengan kandidat vaksin ini untuk pembuatan, dan uji coba, dalam semangat kemitraan, sains, dan kemanusiaan," tandas Dr. Paul.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi