Suara.com - Di tengah pandemi Covid-19 yang tak kunjung melandai, Amerika Serikat berhasil mencetak rekor dengan melakukan tes diagnostik kepada lebih dari satu juta warganya dalam satu hari.
Meski begitu menurut benerapa ahli, AS sebenarnya membutuhkan enam sampai 10 juta tes sehari untuk bisa mengendalikan wabah virus corona jenis baru tersebut di sana.
Data dari Proyek Pelacakan Covid, AS telah melakukan 1.061.411 tes pada Sabtu (19/9) yang dijalankan oleh tim sukarelawan untuk melacak wabah. Rekor tersebut muncul setelah pengujian turun selama beberapa minggu terakhir.
Amerika Serikat menguji rata-rata 650 ribu orang per hari. Turun dari puncaknya pada akhir Juli sebanyak lebih dari 800 ribu orang per hari. Sejak awal pandemi, disebutkan bahwa kurang pengujian telah menghambat upaya untuk mengekang penyebaran virus.
Dikutip dari Channel News Asia, orang yang dilakukan tes harus menunggu hingga dua minggu untuk mengetahui apakah mereka terinfeksi virus corona atau tidak. Hingga kini, AS telah lakukan tes 98,1 juta orang dari 331 juta populasi.
Sementara itu, jumlah kasus positif Covid-19 di AS telah tembus lebih dari 7 juta orang, bertambah 32.517 infeksi baru pada Minggu (20/9), dikutip dari situs worldometers.info.
Separuh dari total infeksi atau lebih dari 4,2 juta orang telah dinyatakan sembuh dan 204.115 jiwa meninggal dunia. Masih ada 2,5 juta kasus aktif Covid-19 di Amerika Serikat hingga saat ini.
Di sisi lain, angka kesembuhan di India masih lebih banyak dari Amerika Serikat. Sebagai negara kedua dengan kasus Covid-19 terbanyak di dunia, India membukukan lebih dari 5,4 juta infeksi virus corona Covid-19.
Angka kesembuhannya mencapai 4,39 juta orang dan kematian 87.382 jiwa. Sehingga kasus aktif Covid-19 di India masih ada 1.005.053 orang.
Baca Juga: Dampak Pajak Kendaraan Nol Persen Bagi Mobil Bekas, Ini Kata Pengamat
Sementara itu, secara global, infeksi SARS COV-2 di dunia telah mencapai 31.219.083 orang. Infeksi harian bertambah 241.497 dalam satu hari, paling banyak terjadi di India sebanyak 87.382 orang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem