Suara.com - Memiliki tumbuh tinggi ideal merupakan dambaan banyak orang. Beberapa bahkan rela melakukan olahraga apa pun untuk merangsang agar tubuh meninggi.
Sayangnya secara ilmiah, tubuh manusia memiliki batas waktu untuk bisa bertambah tinggi.
Dikatakan dokter spesialis olahraga dr. Andhika Raspati Sp.KO, ada bagian tulang yang membuat tubuh manusia lebih tinggi yaitu epiphyseal plate.
"Seorang manusia bisa bertambah tinggi saat masa pertumbuhan karena dia punya epiphyseal plate. Bagian itu tumbuh dan memanjang sehingga membuat orang bisa bertambah tiggi," jelasnya dikutip dari tayangan IGTV @dhika.dr, Minggu (11/10/2020).
Sayangnya 'kemampuan' epiphyseal plate untuk membuat tubuh bertambah tingg memiliki batas waktu. Rata-rata saat manusia berusia 18 tahun bagian tersebut akan menutup sehingga pertumbuhan tulang juga ikut berhenti.
"Dan kala epiphyseal plate sudah menutup dia gak akan bisa buka tutup. Akan menutup selamanya. Bayangin kalau epiphyseal plate bisa buka tutup orang akan terus tumbuh tinggi seumur hidup," ucap dokter Dhika.
Menurutnya, jika epiphyseal plate tidak menutup hingga usia seseorang lebih dari 20 tahun, maka kemungkinan terjadi kelainan.
Sementara itu, ada pendapat yang mengatakan seseorang bisa bertambah tinggi meski telah melewati usia pertumbuhan. Dari sisi medis, Dhika menjelaskan bahwa itu terjadi karena alat yang meregangkan struktur tulang belakang.
"Tulang belakang ada bagian yang elastis. Kalau diregangkan maka itu bisa tambah panjang tulang belakangnya, makanya tambah tinggi. Tapi dipakai jalan lagi pakai aktivitas ya lama-lama kena tekanan pendek lagi. Itu juga paling cuma beberapa senti (tambah tinggi)," katanya.
Baca Juga: Sakit Kepala atau Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Hipertensi Paru
"Jadi teman-teman yang udah usia dia atas 18-20 tahun teorinya gak bisa lagi tinggi," pungkas dokter Dhika.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?