Suara.com - Berciuman disebut bisa tingkatkan risiko kanker mulut sama halnya dengan merokok. Hal ini dinyatakan oleh Dr. Mahiban Thomas, kepala Bedah Maksilofasial dan Kepala dan Leher di Rumah Sakit Royal Darwin, Australia.
"Perilaku berisiko tinggi adalah seks oral, punya banyak pasangan berciuman, dan baru-baru ini ada laporan bahwa 'petting' dapat menyebabkan infeksi," kata Thomas pada NT News.
"Jika seseorang telah berciuman dengan lebih dari enam orang, risiko mereka tertular HPV lebih tinggi atau jika seseorang berciuman lebih dari sembilan orang, risikonya jauh lebih tinggi lagi," imbuhnya
Menurut dokter Thomas, belakangan ia kebanjiran pasien dengan kanker yang terkait virus papiloma manusia (HPV). Melansir dari Treehugger, HPV sebenarnya adalah infeksi yang relatif umum dan menginfeksi sekitar 8 dari 10 orang.
Ada ratusan jenis HPV yang berbeda, sekitar 15 jenis HPV adalah penyebab kanker. Sayangnya, HPV paling mudah ditularkan melalui seks oral atau ciuman. Aktivitas tersebut terkait dengan kanker mulut, tenggorokan, dan serviks.
Meskipun minum alkohol dan merokok dianggap sebagai faktor risiko utama kanker mulut dan tenggorokan, bukti yang berkembang menunjukkan bahwa infeksi HPV juga bisa terjadi. Cancer Research UK melaporkan bahwa lebih dari 40 persen kanker mulut dapat dikaitkan dengan infeksi HPV.
Di Amerika Serikat, sebanyak 70 persen kasus kanker orofaring (kanker di bagian belakang tenggorokan) diperkirakan disebabkan oleh satu jenis HPV tertentu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin