Suara.com - Saat ini belum ada vaksin virus corona Covid-19 yang disetujui. Tapi, peneliti Israel menemukan bahwa turunan dari obat penyakit Gaucher efektif melawan virus corona Covid-19.
Penyakit Gaucher disebabkan oleh kekurangan enzim yang memecah lipid dalam sel, yang menyebabkan gangguan fungsi tubuh, pembesaran anggota tubuh dan nyeri tulang.
Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Institut Riset Biologi Israel (IIBR) dan dipublikasikan di platform pracetak bioRxiv, para peneliti memeriksa obat yang ada, Cerdelga dan obat lain yang sedang dalam tahap persetujuan.
Menurut kementerian pertahanan Israel dilansir dari Global Times, turunan dari kedua obat tersebut bisa mengurangi kapasitas replikasi virus corona Covid-19 secara signifikan.
Karena, replikasi menyebabkan kerusakan dan kematian sel manusia dan terinfeksi virus corona Covid-19. Penurunan kapasitas replikasi inilah yang mencegah kerusakan sel setelah infeksi.
Percobaan telah dilakukan dalam kultur sel dan sekarang sedang diuji coba kemanjurannya pada hewan yang terinfeksi virus.
Sebelumnya, kedua obat tersebut ditemukan efektif pada hewan untuk melawan strain virus lain seperti influenza dan virus West Nile. Hal itu pun menunjukkan bahwa obat tersebut juga mungkin efektif melawan wabah virus baru di masa mendatang.
IIBR sendiri merupakan sebuah lembaga pemerintah Israel yang didirikan pada tahun 1952. Mereka menangani penelitian terapan di bidang biologi, mikrobiologi, kimia medis, ilmu alam, dan ilmu lingkungan.
Baca Juga: Hipertensi Perparah Kematian Akibat Covid-19, Konsumsi Jenis Makanan Ini!
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
Terkini
-
Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Risiko Halusinasi Medis, Dokter Tetap Tak Tergantikan
-
Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja
-
Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo
-
Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala