Suara.com - Norovirus menjadi ancaman kesehatan baru di tengah pandemi Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia.
Otoritas kesehatan China bahkan menetapkan norovirus sebagai kejadian luar biasa atau KLB, setelah ratusan orang mengalami demmam, nyeri perut, diare, mual dan muntah.
Lalu, apa sebenarnya Norovirus? Apakah sama berbahayanya dengan virus Corona?
Dalam keterangan yang diterima Suara.com. Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam, FKUI-RSCM, Prof Dr dr Ari Fahrian Syam, Sp.PD(K) mengatakan norovirus bulanlah virus baru seperti SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19.
"Norovirus bukan virus baru dan bisa ditemukan di banyak negara, biasanya bermula dari restoran yang makanannya tercemar oleh Norovirus ini dan akhirnya terjadi kejadian luar biasa akibat banyak pelanggan restoran tersebut yang terinfeksi," tuturnya.
Sementara itu mengutip laman CDC, Norovirus merupakan penyakit menular lazim menyerang di awal musim gugur hingga akhir musim dingin, antara bulan Oktober sampai April.
Virus ini menular melalui makanan dan benda-benda yang sudah terkontaminasi.
Mudah menular, infeksi norovirus bisa menyebabkan diare, muntah, mual, hingga sakit perut.
Penyebab dan Penularan Norovirus
Baca Juga: Bukan Hanya Sangat Menular, Norovirus Juga Bisa Sebabkan Kematian
Norovirus disebabkan oleh infeksi virus pada makanan dan menyerang saluran pencernaan.
Meski lazim disebut sebagai flu perut, norovirus tidak memiliki hubungan kekerabatan dengan virus influenza penyebab flu.
Orang bisa terinfeksi norovirus saat mereka mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi.
Tiram mentah atau setengah matang serta buah-buahan dan sayuran mentah bisa menjadi penyebab wabah.
Anda juga bisa terinfeksi norovirus bila menyentuh benda atau permukaan yang telah terinfeksi virus lalu menyentuh hidung, mulut dan mata.
Norovirus juga bisa tumbuh subur dalam jarak dekat, seperti restoran, pusat penitipan anak dan panti jompo. Karena, virus ini kuat dan sangat menular. Virus bisa bertahan hidup pada suhu ekstrim di air dan permukaan.
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar