Suara.com - Setelah kasus infeksi ulang Covid-19 baru-baru ini didokumentasikan di seluruh dunia, membuktikan bahwa kita tidak boleh menganggap remeh jika telah sembuh.
Meskipun pasien yang pulih dari Covid-19 mendapatkan antibodi pasca infeksi, masih belum jelas berapa lama bisa bertahan.
Dilansir dari Times of India, meskipun hanya ada sedikit bukti klinis tentang orang yang tertular Covid-19 lagi, para ilmuwan menyarankan bahwa mungkin ada banyak arti dari apa yang dimaksud dengan infeksi ulang, membuat kita memahami mengapa hal ini bisa terjadi.
Alasan yang mungkin untuk hal ini adalah kenyataan bahwa setelah seseorang sembuh dari infeksi, viral load dalam tubuh berkurang.
Dalam beberapa kasus, pasien yang pulih dapat terus memiliki tingkat virus yang rendah di dalam tubuh dan karenanya, membuat mereka cenderung menunjukkan gejala dan terinfeksi kembali.
Tapi, paling tidak ada tiga hal yang membuat risiko terinfeksi ulang Covid-19 makin tinggi. Apa saja itu?
Berikut tiga faktor yang dapat membuat Anda berisiko tertular Covid-19 lagi.
Tidak menggunakan masker
Hanya karena Anda pernah sembuh dari Covid-19 tidak berarti itu memberi Anda hak untuk berkeliaran di luar, tanpa mengenakan masker.
Baca Juga: PSBB Kota dan Kabupaten Provinsi Banten Diperpanjang Hingga November
Harus memakai masker untuk waktu yang lebih lama mungkin bukan perasaan yang paling nyaman, tetapi masker membantu melindungi Anda dari kuman dan virus yang mungkin ditularkan melalui tetesan pernapasan.
Menjaga kebersihan masker yang tepat mungkin tidak hanya melindungi Anda dari COVID, tetapi juga infeksi pernapasan yang umum terjadi selama bulan-bulan musim dingin yang berpolusi.
Tidak mengikuti jalannya pengobatan dengan benar
Meski kebanyakan orang mengembangkan antibodi setelah melawan Covid-19, mengandalkan mereka saja tidak akan melindungi Anda dari infeksi ulang virus corona baru.
Sangat penting bagi Anda untuk mengambil langkah-langkah untuk membangun kekebalan yang kuat dan mengikuti tindakan pencegahan diet yang diperlukan yang akan meningkatkan kesehatan dan stamina Anda.
Jika Anda telah disarankan pengobatan, pastikan Anda mengikutinya. Mereka tidak hanya akan membantu Anda mengatasi beberapa gejala COVID pasca berlama-lama, tetapi multivitamin dan suplemen juga mendukung fungsi vital.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi