Suara.com - Kanker paru-paru merupakan salah satu jenis kanker paling serius yang bisa menyebabkan kematian. Gejalanya biasa muncul ketika kanker paru-paru telah menyebar ke bagian tubuh lain.
Tapi, ada salah satu gejala kanker paru-paru yang biasanya terlihat, yakni perubahan pada kelopak mata. Anda bisa berisiko menderita penyakit ini bila kelopak mata terlihat terkulai.
Profesor George Santis, seorang konsultan pengobatan pernapasan di London Bridge Hospital, mengatakan beberapa pasien kanker paru-paru mungkin mengalami perubahan kelopak mata yang lebih terkulai.
Perubahan kelopak mata ini mungkin disebabkan oleh tumor paru-paru yang memicu gejala neurologis. Jenis gejala ini menekan saraf di tubuh yang menyebabkan kelopak mata turun.
Jika Anda melihat kelopak mata kendur, Anda harus segera membicarakannya dengan dokter. Selanjutnya, dokter akan membantu mendiagnosis mata terkulai mengindikasikan kanker atau kondisi lain.
Adapun gejala umum kanker paru-paru antara lain batuk persisten selama lebih dari 3 minggu, batuk berdarah, sesak napas memburuk, nyeri dada dan penurunan berat badan.
"Terkadang, pasien datang dengan gejala penyakit metastasis, termasuk sakit kepala, kejang, nyeri tulang atau lambu kulit," jelas George dikutip dari Express.
Dalam beberapa kasus, tumor paru-paru bisa menyebabkan gejala neurologis dengan menekan saraf. Kondisi ini bisa menyebabkan kelopak mata turun atau berkurangnya keringat di wajah.
Tapi, kelopak mata yang terkulai tidak hanya disebabkan oleh kanker paru-paru. Kondisi ini juga bisa disebabkan oleh pemakaian lensa kontak selama beberapa tahun.
Baca Juga: Varian Baru Virus Corona dari Spanyol Ditemukan, Lebih Mematikan?
Kondisi ini bisa mengganggu penglihatan Anda jika tak segera ditangani dan bisa menyebabkan sakit alis. Salah satu pengobatan kondisi ini adalah tindakan pembedahan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan