Suara.com - Asupan vitamin D yang cukup sangat diperlukan selama pandemi virus corona Covid-19. Seseorang bisa mendapatkan nutrisi ini dari paparan alami sinar matahari.
Namun pada musim hujan sekarang ini, paparan sinar matahari menjadi lebih jarang sehingga seseorang mungkin tidak cukup mendapat asupan vitamin D alami. Meski demikian, semua orang bisa memikirkan cara terbaik untuk mendapakan lebih banyak vitamin D melalui cara lain.
Christina Mamada, MSc Nutrition dilansir dari Metro UK, telah mengumpulkan beberapa cara terbaik untuk meningkatkan kadar vitamin D serta makanan yang mungkin dibutuhkan.
1. Jamur
Meski sumber utama vitamin D adalah paparan sinar matahari, tapi ada beberapa makanan yang bisa membantu meningkatkan nutrisi tersebut, salah satunya jamur.
Bagi para vegan dan vegetarian, jamur merupakan satu-satunya tanaman yang memberikan sumber vitamin D yang layak serta paparan sinar matahari.
Jamur bisa menghasilkan vitamin D2 dianggap kurang efektif dibandingkan vitamin D3. Jadi, ada baiknya Anda mengonsumsi makanan ini sehari-hari, terutama di musim hujan.
2. Ikan
Selain jamur, ikan berlemak seperti salmon juga sumber vitamin D terbaik. Salmon liar sering kali mengandung vitamin D dalam jumlah tinggi.
Baca Juga: Peneliti Brasil: Orang yang Tolak Pakai Masker Punya Sifat Antisosial
Anda juga bisa mengonsumsi ikan haring dan tuna untuk menambah vitamin D dalam makanan sehari-hari.
3. Telur
Jika Anda tak suka ikan dan jamur, telur bisa menjadi sumber vitamin D alami. Karena, putih telur kaya protein dan kuning telur mengnadung banyak vitamin, termasuk vitamin D. Satu kuning telur diperkirakan mengandung sebanyak 40 IU vitamin D.
Anda juga bisa mengonsumsi susu sapi, susu kedelai, jus jeruk dan sereal untuk mendapatkan asupan vitamin D. Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi suplemen vitamin D.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?
-
Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien