Suara.com - Mendengkur memang kondisi yang sulit untuk dikendalikan karena terjadi saat Anda tida sadar. Namun sebuah penelitian menunjukkan bahwa obat tertentu mungkin bisa meredakan dengkuran di malam hari.
Mendengkur sendiri umumnya merupakan akibat dari apnea tidur. Ketika seseorang tidur, otot-otot di jalan napas secara alami mengendur. Tetapi dalam kasus seseorang yang menderita sleep apnea, otot-otot ini mengalami masalah sehingga tidak mengendur secara alami.
Melansir dari India Today, pada tahun 2018 peneliti dari Brigham and Women's Hospital di Boston, Amerika Serikat (AS) melakukan penelitian terhadap 20 orang yang sering mendengkur. Mereka memberi para pendengkur tersebut dua obat berbeda, yakni atomoxetine dan oxybutynin.
Atomoxetine telah digunakan selama 20 tahun terakhir pada anak-anak yang menderita Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Sementara oxybutynin diberikan kepada pasien dengan inkontinensia urin. Obat ini mengurangi kejang pada otot yang mengontrol kandung kemih.
Karena mendengkur bisa berkaitan dengan otot, kedua obat tersebut diberikan karena dikenal dapat mengontrol otot. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi kedua obat tersebut memberikan peningkatan dalam mengurangi intensitas mendengkur.
Atas studi tersebut, peneliti kemudian membuat obat baru yang merupakan kombinasi kedua obat tersebut, diberi kode AD109. Dalam hal ini, sebuah perusahaan AS sedang membuat obat tersebut dan uji klinis sedang disiapkan.
Meski begitu, para peneliti menegaskan bahwa kedua obat ini juga diketahui memiliki berbagai efek samping sehingga penelitian lebih lanjut masih perlu dilakukan untuk menilai keamanannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh