Suara.com - Gatot Brajamusti meninggal dunia akibat stroke di Rumah Sakit Pengayoman, Jakarta Timur pada Minggu (8/11/2020) sore. Gatot Brajamusti meninggal dunia ketika masih menjalani masa hukuman di Lapas Cipinang.
Sebelum meninggal dunia, Gatot Brajamusti juga mmeiliki riwayat penyakit diabetes. Suci Patia, anak Gatot Brajamusti mengatakan ayahnya memiliki kadar gula tinggi dalam tubuh.
"Punya diabetes, sakitnya sudah lama," kata Suci Patia saat dihubungi awak media, Minggu (8/11/2020).
Ternyata riwayat diabetes yang dimiliki Gatot Brajamusti ini termasuk salah satu faktor penyebab stroke. Menurut America Dabetes Association dilansir dari Alodokter, orang yang menderita diabetes memiliki risiko 1,5 kali lebih besar terserang stroke.
Diabetes bisa menyebabkan stroke bila gula darah tidak terkontrol dengan baik. Kadar gula yang terlalu tinggi dalam darah bisa menyebabkan terbentuknya sumbatan dan deposit lemak di pembuluh darah.
Saat pembuluh darah tersumbat, suplai oksigen dan darah ke otak akan terganggu sehingga terjadilah penyakit stroke.
Risiko terjadinya stroke akan semakin tinggi jika penderita sudah berusia di atas 50 tahun, memiliki kebiasaan merokok, konsumsi minuman beralkohol, jarang olahraga, obesitas dan memiliki riwayat penyakit jantung.
Gejala stroke pada penderita diabetes
Berikut ini gejala stroke pada penderita diabetes, termasuk:
Baca Juga: Benarkah Virus Corona Perburuk Tinnitus? Begini Kata Peneliti Inggris!
1. Wajah menurun satu sisi
Penderita stroke akan mengalami kelemahan atau kelumpuhan satu sisi wajah, sehingga kelopak mata dan sudut bibir menurun.
2. Kelemahan anggota gerak
Penderita stroke juga bisa mengalami kelemahan atau kelumpuhan lengan dan tungkai pada satu sisi tubuh.
3. Kesulitan bicara
Stroke bisa membuat penderita mengalami kesulitan bicara atau tidak bisa berbicara sama sekali. Selain itu, mereka juga mungkin mengalami gangguan kesadaran, sakit kepala berat, kehilangan kesimbangan, gangguan penglihatan dan mengompol akibat inkontinensia urine.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi