Suara.com - Tepat hari ini, Selasa (10/11/2020) Habib Rizieq Shihab tiba di Indonesia dari Arab Saudi. Kedatangan pria yang dikenal sebagai imam besar ini pun disambut oleh ribuan massa di bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Hal ini membuat Bandara Soetta macet parah akibat kendaraan simpatisan diparkir di kawasan jalan tol.
Wakasat Lantas Polres Bandara Soekarno-Hatta AKP Tugiyo mengatakan, beberapa kendaraan milik massa penjemput Rizieq itu terlihat memarkirkan kendaraannya di ruas jalan tol menuju Jakarta, tepatnya di depan Hotel Amaris.
"Saat ini dari Jakarta ke bandara berjalan, untuk sebaliknya arah ke Jakarta stuck karena tertutup kendaraan yang parkir di jalan tol arah Jakarta," kata Tugiyo saat dikonfirmasi, Selasa (10/11/2020).
Berdasarkan Psychology Today, kemacetan lalu lintas sering menjadi sumber stres, kemarahan, dan kecemasan. Jadi, solusinya adalah menghadapinya dengan lebih tenang.
Berikut tips berbasis bukti yang dapat membantu Anda tetap tenang dan fokus di tengah macet lalu lintas.
1. Tarik dan buang napas
Mengatur napas secara berulang terbukti dapat membuat tubuh lebih rileks, dan ini dapat Anda terapkan saat sedang stuck di kemacetan.
2. 'Artikan' lagi situasinya
Daripada memikirkan kemacetan sebagai penghalang, katakan pada diri sendiri bahwa ini adalah istirahat yang menyenangkan dari pekerjaan atau kesempatan emas untuk mendengarkan acara radio favorit Anda.
Baca Juga: Cegah Corona, Dinkes DKI Pantau Kerumunan di Sekitar Rumah Habib Rizieq
3. Atasi pikiran cemas
Alihkan kesadaran Anda ke hal-hal yang sedang terjadi pada saat ini, pemandangan kendaraan bergerak, suara sirine di kejauhan, atau bahkan ikut melantunkan lagu yang sedang diputar di radio.
4. Tunjukkan wajah bahagia
Riset menunjukkan bahwa pura-pura tersenyum dapat mengurangi intensitas respons stres di dalam tubuh Anda.
5. Nyalakan beberapa lagu menenangkan
Sebuah studi menunjukkan musik memang memiliki daya tarik untuk menenangkan pengemudi yang sedang stres.
"Kami menemukan bahwa tekanan darah meningkat selama kemacetan lalu lintas, terutama ketika orang mendengarkan musik yang agresif atau tidak sama sekali," kata penulis studi Stephen Fairclough, Ph.D., profesor psikofisiologi di Liverpool John Moores University di Inggris.
"Pengecualian saat pengemudi mendengarkan musik yang ditandai sebagai aktivitas rendah, yang menenangkan atau sedih," sambungnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- 7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?