Suara.com - Jika Anda pria, Anda pasti pernah mengalami ereksi di pagi hari. Istilah medis kondisi ini adalah tumor penis nokturnal atau ereksi nokturnal.
Nocturnal penile tumescence (NPT) bukanlah akibat dari gairah seksual atau mimpi berhubungan seks. Kondisi ini adalah bukti fungsi normal dari sistem reproduksi pria.
Faktanya dilansir dari Medical News Today, kondisi ini adalah tanda bahwa saraf dan suplai darah ke penis sehat.
Jika seorang pria tidak memiliki NPT secara teratur, hal itu bisa mengindikasikan masalah kesehatan seperti disfungsi ereksi (DE). Selain itu, tak memiliki NPT yang teratur juga bisa menunjukkan masalah lain pada saraf atau suplai darah ke organ reproduksi pria.
Ketidakseimbangan hormon, seperti penurunan testosteron juga bisa memengaruhi seberapa sering pria mengalami NPT. Kurangnya NPT teratur terkadang bisa disebabkan oleh kualitas tidur yang kurang.
Penyebab ereksi di pagi hari
NPT bukanlah ereksi yang khas karena tidak terkait dengan pikiran, mimpi atau rangsangan seksual. Kondisi ini hanyalah hasil dari siklus tidur, dikombinasikan dengan saraf yang sehat dan aliran darah di tubuh.
NPT cenderung terjadi ketika seseorang berada dalam fase tidur rapid eye movement (REM). Tidur REM bisa terjadi beberapa kali selama siklus tidur 8 jam.
Ereksi bisa hilang dengan sendirinya saat seseorang tidur lebih nyenyak. Dengan demikian, seseorang mungkin mengalami ereksi beberapa kali di malam hari tapi mungkin tidak menyadarinya.
Baca Juga: Dokter Spesialis Jantung: Hindari Merokok Selama Pandemi!
Kebanyakan pria terbangun di akhir siklus tidur REM yang mungkin menyebabkan ereksi di pagi hari. Selain itu, kadar testosteron cenderung meningkat di pagi hari.
Ereksi yang disebabkan oleh NPT mungkin secara fisik berbeda dari kondisi yang disebabkan oleh gairah. Satu studi menemukan bahwa beberapa pria mengalami nyeri saat mereka mendapat NPT, tapi tidak saat mereka mengalami ereksi biasa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun