Suara.com - Merokok selama kehamilan dapat membahayakan ibu dan anak yang dikandung.
Tetapi nyatanya, bukan hanya menjadi perokok aktif, perempuan hamil yang menjadi perokok pasif juga berisiko terkena dampak negatif yang sama bagi perkembangan janin yang dikandungnya.
Survei dan penelitian telah membuktikan efek merugikan dari asap rokok pada tubuh manusia. Karena itu, dokter menyarankan ibu hamil untuk berhenti merokok akibat efek nikotin dan zat beracun dalam rokok yang dapat menyebabkan keguguran.
Selain itu, menghirup asap orang lain secara tidak sengaja juga bisa berbahaya bahi sistem pernapasan. Perokok pasif memiliki risiko kesehatan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Perokok pasif berisiko mengembangkan masalah kesehatan yang serius seperti penyakit kardiovaskular, stroke, kanker paru-paru, masalah pernapasan, dan masalah reproduksi pada perempuan.
Untuk efek paparan jangka pendek diantaranya adalah batuk, sakit tenggorokan, iritasi hidung, iritasi mata dan sakit kepala.
Sementara paparan jangka panjang adalah membuat darah menjadi kental yang berhubungan dengan masalah pembekuan darah seperti stroke, angina, serangan jantung, aterosklerosis, dan gagal jantung.
Risiko ini meningkat 20 hingga 30 persen untuk perokok pasif yang terus-menerus terpapar asap rokok.
Bayi dan anak-anak berisiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan akibat paparan tersebut. Risikonya termasuk masalah pernapasan seperti penyakit telinga tengah, infeksi paru-paru, asma, bronchitis dan Pneumonia.
Baca Juga: Studi CDC: Ibu Hamil dengan Covid-19 Berisiko Melahirkan Prematur
Jika ibu hamil menghirup asap rokok orang lain, hampir 400 bahan kimia beracun dipompa ke dalam darah termasuk karsinogen, agen perusak DNA, dan logam berat.
Bayi yang menerima semua nutrisi dan oksigen dari darah melalui plasenta, secara otomatis terpapar racun yang sama. Tubuh bayi yang sedang berkembang mungkin mengalami kerusakan permanen akibat racun dari asap rokok.
Dikutip dari AsiaOne, risiko bisa terjadi pada bayi yang terpapar asap rokok saat masih di dalam kandungan seperti berat badan lahir rendah, keguguran, kelahiran prematur, kelahiran mati, cacat bawaan, hingha sindrom Kematian Bayi Mendadak (setelah lahir).
Sebuah studi dari University of Nottingham mengungkapkan bahwa ada 23 persen risiko wanita yang mencium asap rokok saat hamil, hampir setinggi risiko wanita yang merokok saat hamil menghadapi risiko 20 hingga 34 persen.
Demikian pula, kisaran kecacatan bawaan pada wanita hamil yang terpapar asap rokok adalah sekitar 13 persen dibandingkan dengan 10 hingga 34 persen untuk calon ibu perokok. Penelitian tersebut menunjukkan kemungkinan bayi yang terpapar asap rokok akan lahir dengan cacat otak, kaki, dan testis.
Sebagai tindakan pencegahan, sebaiknya ibu hamil meminta kepada dokter atau bidan untuk memeriksa kadar karbon monoksida.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat