Suara.com - Kesehatan seksual pada dasarnya memang masih tidak dibicarakan secara gamblang, terutama di Indonesia. Hal ini yang membuat banyak orang bingung dengan kesehatan atau normalitas seksualitas mereka.
Dalam konteks laki-laki, pertanyaan soal kesehatan penis sering kali muncul tapi sedikit dibahas. Oleh karena itu, melalui Body and Soul, dokter Gabrielle Morrissey yang merupakan seorang seksolog menjawab lima pertanyaan paling umum soal kesehatan penis, antara lain:
1. Normalnya Berapa Rata-Rata Ukuran Penis?
Morrissey menyatakan bahwa umumnya ukuran penis yang ereksi, berkisar minimal antara 5-6 inci.
"Dengan lebih banyak pria yang melaporkan diri sendiri yang menyatakan ukuran penis mereka antara 4,8 inci hingga 7 inci (12-17,5 cm)," catat Morrissey.
Sementara lingkar penis yang ereksi adalah antara 3-5 inci (7,5-12,5 cm).
2. Bagaimana Pendapat Perempuan Soal Penis?
Menurut Morrissey, perempuan tidak menghabiskan banyak waktu atau perhatian untuk memikirkan ukuran penis seperti halnya pria.
"Perempuan jauh lebih peduli dengan masalah hubungan lainnya dan diperlakukan dengan baik di luar kamar tidur maupun di dalamnya. Termasuk untuk merasa puas, senang, dihormati, diperhatikan, dan diinginkan," kata Morrissey pada Body and Soul.
Baca Juga: Jangan Sedih, Pria Dengan Penis Kecil Ternyata Gajinya Besar
"Jika Anda tanyakan pada perempuan ukuran penis pasangannya, dia akan mengatakan dia tidak tahu dan tidak peduli," imbuhnya.
3. Bagaimana Jika Penis Bengkok?
Penis yang bengkok sangat umum. Penis adalah jaringan ereksi yang terisi dengan darah saat mengeras. Dengan demikian, ereksi dapat bervariasi termasuk bengkok. Usia juga bisa menentukan sudut ereksi.
4. Seperti Apa Penis Normal?
Menurut Morrissey, tidak ada ukuran dan bentuk yang pakem soat normalitas penis. "Tidak ada angka, bentuk, atau ukuran standar. Seperti halnya setiap orang memiliki wajah yang unik, alat kelamin setiap orang juga unik dan itu berlaku untuk pria dan wanita," kata Morrissey.
"Setiap penis sangat berbeda," imbuhnya.
5. Bagaimana Menyiasati Ukuran Penis yang Kecil?
Ukuran atau bentuk penis Anda bukanlah faktor terpenting dalam membuat pasangan Anda senang.
"Pada pasangan heteroseksual, vagina sudah merasakan kenikmatan atau rangsangan di sepertiga bagian luar vagina, jadi ukuran bukan menjadi masalah," catat Morrissey Body and Soul.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?