Suara.com - Sudah menjadi kebiasaan umum bagi ibu-ibu di Indonesia untuk membubuhkan bedak ke area tubuh dan wajah bayi yang baru mandi.
Hal itu dilakukan untuk memberi wewangian sekaligus memberi kesan bahwa si anak sudah bersih dan rapi.
Tetapi ada hal yang perlu diingat, orangtua harus tahu bahwa ada area tertentu pada bayi yang tidak boleh ditabur bedak.
"Bagian tubuh yang harus dihindari dengan bedak adalah sekitar genital atau area yang sensitif," kata Head of Research and Development APAC PZ Cussons Dr. Haryono Hartono PhD yang berbicara dalam peluncuran varian bedak terbaru dari PZ Cussons, Selasa (15/12/2020).
Orangtua juga baiknya tidak membubuhkan bedak di area hidung, mulut, dan mata bayi.
Haryono mengatakan, jika ingin memberi bedak pada area pipi, sebaiknya dioleskan menggunakan jari secara perlahan. "Jangan sampai mengenai area hidung, mulut, dan mata," ucapnya.
Ia lebih menyarankan penggunaan bedak di area lipatan tangan dan kaki serta punggung bayi. Pemberian bedak itu juga bisa dilakukan sambil memberikan sentuhan lembut untuk memberikan ketenangan juga kenyamanan pada bayi.
Menurut Haryono, aktivitas itu bisa dilalukan rutin setiap kali bayi akan dibubuhkan bedak. Tidak ada waktu-waktu khusus yang harus diterapkan.
Hanya saja, ia menyarankan agar orangtua melakukannya secara rutin agar otak bayi bisa mengingat aktivitas tersebut dan menciptakan bonding secara alami.
Baca Juga: Gajah Lisa di TNTN Pelalawan Lahirkan Anak Jantan
"Efek positif di otak akan terjadi akumulatif juga. Termasuk gentle touch tidak hanya saat gunakan produk tapi sepanjang hari, mungkin saat main. Yang penting dilakukan terus menerus," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin