Suara.com - Victoria Beckham terpaksa harus mengubah pola makan super ketatnya yang kaya ikan setelah kadar merkuri di dalam darahnya sangat tinggi.
Mantan penyanyi Spice Girls ini telah mengganti ikan todak dan tuna dengan salmon karena kandungan methylmercury yang tinggi pada ikan-ikan tersebut.
"Victoria memiliki kadar merkuri yang melebihi batas. Jadi dokter memberinya liver flush (detoks hati) untuk membantu membersihkan tubuhnya dari racun," kata seorang sumber, dilansir Asia One.
Setelah mendetoks hati, sumber tersebut mengatakan istri David Beckham tersebut merasa bugar seperti biasanya.
Menyadur Woman And Home, selama ini Victoria sangat percaya bahwa makanan yang ia konsumsi membantu menjaga tubuhnya tetap langsing dan kulit bercahaya.
Meski ia harus mengurangi konsumsi ikan, Victoria masih bisa memenuhi sumber lemak dengan memakan alpukat.
Pada 2019 lalu wanita berusia 46 tahun ini pernah mengatakan kepada The Telegraph bahwa ia makan tiga hingga empat buah alpukat sehari.
"Aku membaca bahwa kunci untuk kulit bercahaya adalah mengonsumsi lemak dalam jumlah yang tepat," kata Victoria pada saat itu.
Alpukat merupakan salah satu buah sehat karena mengandung serat dan antioksidan yang tinggi. Buah hijau ini juga memiliki lemak tak jenuh tunggal serta vitamin E yang bagus untuk kulit.
Baca Juga: Kandungan Merkuri Sedikit, Ibu Hamil Tak Perlu Khawatir Makan Udang
Inilah sebabnya Victoria memilh memasukkan buah tersebut ke daftar makanan sehari-harinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh