Suara.com - Selama pandemi, banyak orang berpikir bahwa masker mungkin bisa menghalami pemahaman ekspresi terutama di kalangan anak-anak. Untungnya, menurut penelitian University of Wisconsin-Madison, hal tersebut tidak menghalangi anak-anak untuk memahami ekspresi wajah.
"Kami sekarang menghadapi situasi di mana orang dewasa dan anak-anak harus berinteraksi sepanjang waktu dengan orang-orang yang wajahnya sebagian tertutup," kata Ashley Ruba, seorang peneliti postdoctoral di Lab Emosi Anak UW-Madison seperti yang dikutip dari Medicalxpress.
"Dan banyak orang dewasa bertanya-tanya apakah itu akan menjadi masalah bagi perkembangan emosional anak-anak," imbuhnya.
Melansir Medicalxpress, para peneliti menunjukkan foto wajah yang kesedihan, kemarahan atau ketakutan yang tidak terhalang, serta yang ditutupi oleh masker bedah, atau memakai kacamata hitam pada 80 anak-anak usia 7 hingga 13 tahun. Anak-anak diminta untuk memberikan emosi pada setiap wajah dari daftar enam label.
Dengan menggunakan masker, anak-anak dengan tepat mengidentifikasi kesedihan sekitar 28 persen, kemarahan 27 persen, dan ketakutan 18 persen.
"Anak-anak mampu mengidentifikasi emosi ini pada tingkat yang lebih baik," kata Ruba. Peneltian ini telah diterbitkan pada the jurnal PLOS ONE.
Jika anak-anak dapat melakukan lebih baik daripada menebak-nebak emosi bahkan dengan masker, mereka cenderung melakukannya lebih baik dalam situasi kehidupan nyata.
"Emosi tidak hanya tersampaikan melalui wajah Anda," kata Ruba.
"Perubahan vokal, cara seseorang memposisikan tubuh mereka, dan apa yang terjadi di sekitar mereka, semua informasi lain itu membantu membuat prediksi yang lebih baik tentang apa yang dirasakan seseorang," imbuhnya.
Baca Juga: Geliat Penjualan Pernak-pernik Natal di Kala Pandemi
Beberapa faktor lain tersebut juga menambah kemampuan anak-anak dalam membaca emosional, bahkan ketika interaksi terhalang masker.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin