Suara.com - Tidur yang cukup sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan. Tapi, perubahan iklim, stres dan kecemasan bisa memengaruhi pola tidur seseorang.
Para ahli memeringatkan bahwa kurang tidur justru bisa membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi virus. Karena itu, seseorang disarankan jangan sampai kurang tidur.
Sanjay Verma, Chief Sleep Officer di Hilding Anders, grup tidur, kesehatan dan kebugaran global, menjelaskan hubungan pola tidur yang baik dalam meningkatkan kekebalan tubuh terhadap infeksi virus dan meningkatnya kasus virus corona Covid-19.
"Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur bisa melemahkan kekebalan tubuh terhadap infeksi virus," jelas Sanjay dikutip dari Express.
Saat kasus virus corona Covid-19 meningkat, sangat penting untuk memperhatikan pola tidur dan memiliki kualitas tidur malam yang efektif.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di lingkungan dengan kasus virus corona tak terkendali, orang yang tidur selama 5 jam memiliki risiko 3 kali lebih besar untuk tertular virus corona Covid-19 dibandingkan yang tidur 7 jam.
Sedangkan, kurang tidur 2 jam dalam semalam bisa memengaruhi kesehatan Anda. Sanjay mengetahui hal ini dari studi global terhadap 4.000 orang bahwa orang yang tidak cukup tidur dan orang yang tidur kurang dari 1,4 jam di malam hari.
"Semua peserta pun diberi kesempatan untuk mengunci diri untuk mengatur pola tidur dan meningkatkan kualitas tidurnya, baik dengan lbermain handphone lebih singkat, kualitas kasur lebih baik atau tidur lebih awal," jelas Sanjay.
Karena, kualitas tidur yang baik bisa membantu dalam meningkatkan sistem kekebalan. Salah satu aspek yang digunakan untuk menilai peserta mengalami peningkatan kualitas tidur adalah mimpi.
Baca Juga: Muncul Varian Baru Virus Corona dari Inggris, Siapa Paling Berisiko?
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI