Suara.com - Belakangan populer di TikTok tentang membilas dan merendam rambut dengan air beras yang dianggap bisa membuatnya tumbuh lebih panjang dan lebih berkilau. Lalu, benarkah anggapan tersebut?
"Air cucian beras seringkali mengandung limpasan tepung dan kadang-kadang beberapa vitamin," kata dokter kulit kota New York Rachel Nazarian, MD, kepada Health. Air beras adalah air sisa cucian beras yang telah dibilas sebelum dimasak.
Melansir dari Helath, sayangnya air beras dan kesehatan rambut belum ada korelasi yang dibuktikan secara ilmiah.
"Namun, air beras mengandung vitamin B dan E yang telah dikaitkan dengan pertumbuhan dan vitalitas rambut," kata Mona Gohara, MD, seorang profesor dermatologi di Yale School of Medicine,kepada Health.
Kekurangan vitamin B12 secara khusus dikaitkan dengan rambut rontok. Nazarian menyatakan bahwa mencuci rambut dengan air beras mungkin,menawarkan perbaikan rambut sementara bagi sebagian orang, namun keuntungan ini belum terbukti dan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Dokter Gohara mencatat bahwa merendam atau membilas rambut dengan air beras dapat meningkatkan kecerahan rambut karena kandungan vitaminnya. Namun, hal itu tidak akan mempercepat proses pertumbuhan rambut.
Oleh karenanya, baik Dr. Nazarian dan Dr. Gohara menyarankan perawatan yang direkomendasikan oleh dokter kulit, seperti spironolakton, minoksidil topikal, dan bahkan suntikan plasma kaya trombosit (PRP) yang telah terbukti meningkatkan pertumbuhan rambut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh