Suara.com - Sariawan cukup umum terjadi, terutama jika terbiasa mengonsumsi makanan pedas atau kekurangan nutrisi. Stres dan merokok juga bisa menjadi faktor penyebab lainnya.
Ada banyak cara untuk mengatasinya, salah satunya mengonsumsi air kelapa.
Berdasarkan pengobatan Ayuverda, dilansir The Health Site, salah satu faktor sariawan adalah panas di tubuh. Jadi, minum segelas air kelapa di pagi hari bisa membantu mengatasi sariawan.
Air kelapa untuk pengobatan sariawan juga dapat dikonsumsi sebanyak dua kali sehari pada pagi dan sore hari saat perut kosong.
Cara ini dapat dilakukan selama dua hingga tiga hari berturut-turut.
Air kelapa tidak hanya kaya nutrisi, tetapi juga mengandung 94 persen air yang membantu mendinginkan tubuh.
Air kelapa sarat dengan mineral dan vitamin esensial yang dibutuhkan untuk mempercepat proses penyembuhan tubuh. Ini adalah minuman penghidrasi yang bergizi serta mudah didapat.
Dari magnesium hingga kalium hingga protein dan serat, air kelapa memiliki semuanya. Selain itu, air ini juga mengandung antioksidan yang baik untuk kekebalan tubuh.
Sebagai alternatif, Anda juga dapat menggunakan santan sebagai obat kumur untuk menghilangkan sariawan. Lakukan cara alternatif ini tiga sampai empat kali sehari.
Baca Juga: INFOGRAFIS: Beda Sariawan Biasa dengan Gejala Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia