Suara.com - Perempuan disebut memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah tulang, terutama setelah menopause. Namun penelitian baru menunjukkan bahwa rutin minum teh sejak muda bisa membatu menurunkan risiko masalah tulang pada perempuan.
Melansir dari Eat This, sebuah studi baru yang diterbitkan dalam European Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa perempuan yang mulai minum teh sebelum menopause memiliki kepadatan mineral tulang (BMD) yang jauh lebih tinggi setelah menopause daripada mereka yang tidak minum teh sebelum menopause.
Biasanya menopause dapat menyebabkan penurunan BMD dengan cepat. Hal ini, pada gilirannya menempatkan perempuan lebih berisiko mengalmai osteoporosis atau penyakit tulang lain yang melemahkan.
Selama masa menopause, kadar estrogen turun secara signifikan, penurunan estrogen ini dikaitkan dengan proses resorpsi tulang yang dapat menyebabkan osteoporosis.
Studi baru ini yang mengamati lebih dari 1.300 perempuan di bawah usia 80 tahun yang menemukan bahwa ada hubungan antara BMD pascamenopause yang tinggi dan minum teh. Keterkaitan ini bahkan lebih signifikan pada perempuan yang minum lebih dari empat cangkir teh per minggu.
Penelitian terbaru mendukung bukti bahwa minum teh dapat membantu wanita yang lebih tua mempertahankan BMD. Hampir dua dekade lalu, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan kaitan serupa. Penemuan ini juga mengungkapkan bahwa memulai kebiasaan minum teh di awal kehidupan dapat membuahkan hasil jangka panjang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia