Suara.com - Anak-anak dengan diabetes tipe 1 lebih mungkin mengalami Covid-19 parah. Hal ini dinyatakan dalam penelitian yang diterbitkan pada The Endocrine Society.
Melansir dari Medicinenet, risiko komplikasi 10 kali lebih tinggi pada anak-anak dengan diabetes tipe 1 yang tidak terkontrol dengan baik dibandingkan mereka dengan diabetes yang terkontrol dengan baik.
"Studi ini menunjukkan bahwa menjaga gula darah anak-anak penderita diabetes tetap terkendali lebih penting daripada sebelumnya selama pandemi," kata penulis utama Dr. Manish Raisingani, seorang ahli endokrinologi pediatrik di Universitas Arkansas untuk Ilmu Kedokteran,di Little Rock.
Raisingani mengatakan temuan ini akan membantu anak-anak dengan diabetes tipe 1 dan keluarga mereka untuk membuat pilihan yang lebih baik tentang keamanan dalam melakukan berbagai kegiatan selama pandemi.
Untuk penelitian tersebut, tim Raisingani menganalisis data internasional pada 2.000 anak di bawah usia 18 tahun dengan diabetes tipe 1 dan Covid-19.
Para peneliti melkukan tes kadar hemoglobin A1c pada anak-anak penderita diabetes. Sebuah tes darah yang mengukur kadar gula darah rata-rata selama tiga bulan terakhir.
Studi tersebut menemukan bahwa risiko komplikasi Covid-19 10 kali lebih tinggi pada anak-anak dengan kadar A1c di atas 9 persen dibandingkan pada anak-anak yang A1c-nya di bawah 7 persen.
Anak-anak dengan diabetes tipe 1 dan Covid-19 lebih mungkin meninggal, memerlukan selang pernapasan, dan mengembangkan pneumonia atau syok septik daripada anak-anak tanpa diabetes yang menderita Covid-19.
"Banyak orangtua dari anak-anak penderita diabetes tipe 1 yang bertanya-tanya apakah aman menyekolahkan anak selama pandemi," kata Raisingani.
Baca Juga: Sebelum Dinyatakan Positif Covid-19, Rey Mbayang Alami Demam Tinggi
"Temuan kami menunjukkan bahwa jika A1c mereka tinggi, akan lebih baik jika mereka menghadiri sekolah virtual, tetapi jika A1c 7 persen atau di bawahnya maka risikonya sama dengan anak-anak lain tanpa diabetes tipe 1," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari