Suara.com - Asam urat atau gout merupakan sejenis artritis yang menyebabkan nyeri dan kekakuan pada persendian penderitanya. Faktanya, penyakit ini merupakan jenis radang yang paling umum diderita pria.
Sakit asam urat muncul saat kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi dan ini dapat menyebabkan kerusakan sendi hingga masalah ginjal.
Kadar asam urat yang tinggi akan membantuk kristal tajam yang terkumpul di jempol kaki dan sendi lainnya. Gejala berupa nyeri dan bengkak.
Berdasarkan Healthline, salah satu 'pengobatan rumahan' yang dapat dicoba untuk mengatasi asam urat adalah air lemon. Sebuah studi 2017 menemukan bahwa air lemon dan ekstrak lemon dapat menurunkan kadar asam urat dalam darah.
Dalam studi tersebut orang yang menderita asam urat meminum air lemon segar setiap hari selama enam minggu. Setelah waktu tersebut, semua kelompok menunjukkan kadar asam urat yang lebih rendah.
Studi tersebut menyimpulkan air lemon dan ekstrak lemon mungkin menjadi obat yang berguna untuk mengobati asam urat bersama dengan obat-obatan dan perubahan pola makan lainnya.
Air lemon dapat membantu menyeimbangkan kadar asam urat karena membuat tubuh lebih basa. Artinya, sedikit menaikkan tingkat pH darah dan cairan lainnya.
Sedangkan bukti lainnya pada penelitian yang terbit di British Medical Journal menunjukkan minum air lemon dapat membuat tubuh melepaskan lebih banyak kalsium karbonat.
Mineral ini akan mengikat asam urat dan memecahnya menjadi air serta senyawa lain. Proses tersebut membuat darah kurang asam sehingga menurunkan kadar asam urat di dalam tubuh.
Baca Juga: Efek Samping Vaksin Pfizer, 1 dari 10 Orang Alami Nyeri Sendi
Meski begitu, tidak diketahui apakah air lemon kemasan akan memiliki efek yang sama seperti air lemon segar. Dosis ekstrak lemon untuk mengobati asam urat juga belum ditentukan.
Selain itu, penelitian tidak mencatat efek air lemon pada gejala asam urat, yang merupakan faktor penting bagi penderitanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?