Suara.com - Saat ini, sejumlah negara terus melakukan upaya vaksinasi virus corona Covid-19. Tapi, banyak orang mungkin masih bertanya-tanya mengenai hal apa saja yang harus dipersiapkan sebelum suntik vaksin Covid-19.
Salah satu persiapan yang harus dilakukan sebelum suntik vaksin Covid-19 adalah menjaga kesehatan. Lalu, apakah Anda harus menunda suntik vaksin Covid-19 ketika flu?
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), mengatakan penyakit ringan, seperti flu bukan kontraindikasi terhadap vaksin Covid-19. Dengan kata lain, CDC tidak menganggap penyakit ringan sebagai penyebab pasien harus menunda suntik vaksin Covid-19.
"Saya pikir orang yang mengalami gejala ringan mirip virus corona Covid-19. terutama tanpa demam. Maka mereka boleh saja mendapatkan suntikan vaksin Covid-19," kata Dr John Whyte, kepala petugas medis dari WebMD dikutip dari Fox News.
Sayangnya, seseorang kesulitan membedakan gejala flu biasa dan virus corona Covid-19. Jadi, CDC menyarankan Anda melakukan tes Covid-19 untuk memastikan diri sebelum suntik vaksin.
"Pada situasi yang penyebaran virus corona Covid-19 cukup tinggi, lebih baik Anda menunggu kondisi kesehatan membaik agar suntik vaksin Covid-19 berjalan aman," kata Dr William Schaffner, spesialis penyakit menular dan profesor di Vanderbilt University School of Medicine.
Bagi orang yang sudah pernah didiagnosis terinfeksi virus corona Covid-19 dan menjalani pengobatan dengan antibodi monoclonal atau plasma pemulisan, CDC merekomendasikan untuk menunggu 90 hari sebelum suntik vaksin Covid-19.
Kabar baiknya, sekarang ini ada banyak jenis vaksin Covid-19 yang telah disetujui dan telah diakui efektivitasnya melawan virus corona. Anda harus menunggu giliran untuk suntik vaksin Covid-19.
Baca Juga: Sembuh dari Virus Corona Covid-19, Kapan Waktu Tepat untuk Suntik Vaksin?
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI