Suara.com - Sebagai negara tropis, Indonesia kaya dengan pencahayaan sinar matahari yang memiliki manfaat bagi kesehatan. Salah satunya sebagai sumber bahan baku pembuatan vitamin D di dalam tubuh.
Namun, beberapa orang mungkin tidak sempat berjemur atau bahkan takut kulitnya menghitam jika terpapar sinar matahari. Sementara makanan yang bisa menjadi sumber pembentukan vitamin D juga sebenarnya tidak terlalu banyak.
"Ternyata kadar vitamin D yang cukup tinggi untuk bisa kita konsumsi dan bisa mencukupi kebutuhan tubuh, tidak banyak. Ini juga jadi faktor kenapa kita makan sudah banyak tapi vitaminnya masih kurang. Ternyata tidak semudah itu," kata dokter spesialis penyakit dalam dr. Jeffri Aloys, Sp.PD., dalam webinar daring bersama Holisticare D3 1000, Rabu (5/4/2021).
Ia mencontohkan, salah satu makanan yang mengandung vitamin D adalah kuning telur. Tetapi dari hasil penelitian, ternyata kadar vitamin D pada satu kuning telur hanya 37 unit.
"Dibandingkan kebutuhannya saja sekitar 600 sampai 1.000 perhari," imbuhnya.
Sehingga untuk mencukupi kadar vitamin D bisa dibantu dengan sinar matahari yang didapat secaa gratis. Namun diakui dr. Jeff, beberapa orang, terutama perempuan kerap kali malas berjemur dengan alasan kesehatan kulit. Jika begitu, solusinya agar tidak mengalami defisiensi atau kelurangan vitamin D, dr. Jeff menyarankan untuk konsumsi suplemen vitamin D.
"Jadi solusinya salah satu yang ditawarkan adalah harus mencukupi dari tambahan zat tambahan yang diberikan bisa dimakan langsung sudah ditambahkan vitamin D. Kemudian ada juga tablet yang mengandung vitamin D," ucapnya.
Menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia akan asupan vitamin D, Holisticare D3 1000 hadir untuk tawarkan solusi. Dengan kadar vitamin D mencapai 1000 IU, dinilai telah cukup memenuhi kebutuhan orang dewasa yang hanya sekitar 600-800 IU.
"Holisticare D3 1000 ini hadir untuk memberikan solusi yang jauh lebih praktis juga cocok apa yang dibutuhkan sekarang dan seterusnya nanti. Produk terbaru kita ini tentunya sudah melewati riset mendalam, tentunya telah tersertifikasi oleh Badan POM," ucap Chief Strategy Officer Konimex Group Edward Joesoef.
Baca Juga: Alasan Suplemen Vitamin D Wajib Dikonsumsi Pasien Covid-19
Cukup dikonsumsi satu sampai dua kali sehari, tergantung dari kebutuhan vitamin D setiap orang. Mulai bisa dikonsumsi oleh anak remaja hingga orang lanjut usia.
"Kalau mau dapat kadar yang optimal, lebih baik konsultasi dengan dokter dahulu. setelah konsumsi vitamin D ini selama 6 bulan ke depan, ada baiknya juga mengecek kadar vitamin D yang ada di tubuh," saran Edward.
Berita Terkait
-
Body Lotion SPF 50 Apa yang Bagus? Cek 5 Rekomendasi untuk Lindungi Kulit saat Panas
-
Sun Body Serum untuk Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Kulit Tidak Gosong
-
Apa Bedanya Sunblock dan Sunscreen Badan? Jangan Sampai Salah Pilih
-
Sunscreen Merek Apa yang Tidak Lengket di Wajah? Ini 5 Produk yang Cepat Meresap
-
Dokter Anak Ingatkan Bahaya Jemur Bayi di Bawah Matahari Terik
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif