Suara.com - Selebgram sekaligus beauty vlogger Tasya Farasya mengabarkan berita duka lewat unggahan Instagram. Lewat unggahan tersebut, Tasya mengungkapkan dirinya mengalami keguguran di kehamilan keduanya.
Ia memperlihatkan foto hasil USG atau Ultrasonografi miliknya yang dilakukan pada 29 April 2021 di Rumah Sakit Brawijaya. Sedangkan slide kedua mengunggah foto bersama sang suami, Ahmad Assegaf.
"Innalillahi wainna ilaihi raajiun , till we meet again," tulisnya pada caption.
Tasya tidak memberi tahu usia kandungannya saat keguguran, namun ia menuturkan kondisinya kini dalam keadaan baik-baik saja.
Dalam banyak kasus, keguguran tidak dapat dicegah. Namun, Anda dapat meningkatkan peluang kehamilan yang sehat dan mungkin mengurangi risiko keguguran dengan tips berikut, dilansir dari Healthline.
1. Konsumsi asam folat
Penelitian menyarankan bahwa mengonsumsi 400 mikrogram (mcg) asam folat setiap hari dapat mengurangi risiko cacat lahir yang dapat menyebabkan keguguran.
Mulailah mengonsumsi vitamin B ini setiap hari sebelum Anda berniat hamil . Lanjutkan meminumnya selama kehamilan untuk mendapatkan manfaat terbesar.
2. Lakukan pencegahan terhadap infeksi
Baca Juga: Curhat Hamil Lagi Saat Anak Pertama Masih Berusia 4 Bulan, Ibu Ini Viral
Cuci tangan sesering mungkin. Ini dapat membantu Anda menghindari penyakit seperti flu dan pneumonia, yang mudah menyebar.
Pastikan juga soal imunisasi. Bicarakan dengan dokter Anda tentang imunisasi lain yang mungkin Anda perlukan selama kehamilan, termasuk vaksinasi flu .
3. Kelola kondisi kronis
Jika Anda memiliki masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, atau penyakit autoimun, konsultasikan dengan dokter untuk menanganinya dengan benar. Ini dapat membantu mencegah keguguran saat hamil.
4. Praktikkan seks aman
Beberapa penyakit menular seksual (PMS) dapat menyebabkan komplikasi selama kehamilan. Jalani tes sebelum Anda mencoba hamil. Jika Anda sudah hamil, lakukan tes sesegera mungkin.
Selama kehamilan, gunakan metode penghalang dengan benar dalam setiap hubungan seksual, termasuk seks oral atau anal, untuk mengurangi risiko PMS.
Selain keempat hal itu, sangat penting untuk mengikuti gaya hidup sehat seperti tidak merokok, mengonsums alkohol dan minum kafein. Usahakan untuk olahraga teratur, menjaga berat badan, dan cukup tidur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?