Suara.com - Sejak pandemi virus corona terjadi, pakar kesehatan mengimbau semua orang di dunia untuk menerapkan protokol kesehatan demi melindungi diri dari Covid-19, salah satunya imbauannya adalah untuk rajin mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer.
Tetapi imbauan ini menimbulkan efek samping lain pada beberapa orang, terutama bagi merek yang memiliki kulit sensitif dan kering.
Sebuah penelitian menunjukkan dua pertiga orang kemungkinan menderita dermatitis tangan akibat seringnya mencuci tangan dan menggunakan cairan pembersih berbahan alkohol.
Para peneliti dari Father Muller Medical College, India, menganalisis air yang keluar dari tubuh melalui epidermis, yang disebut Transepidermal Water Loss (TEWL, parameter penting untuk mengukur fungsi pelindung kulit) pada 582 orang.
Hasil menunjukkan, dilansir SciTech Daily, dermatitis tangan dialami oleh 92,6 persen pekerja kesehatan dan 68,6 persen populasi umum.
Rata-rata TEWL (kulit kering) lebih tinggi terjadi pada wanita (65,4 g / m2h) dan profesional perawatan intensif (58,2 g / m2h), yang dikaitkan dengan frekuensi tinggi mencuci tangan dan penggunaan hand sanitizer.
Baik pekerja kesehatan dan masyarakat umum dalam penelitian ini mengatakan bahwa iritasi dan kulit kering merupakan penghalang uatama dalam praktik kebersihan tangan.
“Penelitian ini benar-benar menunjukkan dampak dari peningkatan praktik cuci tangan dan penggunaan hand sanitizer pada kesehatan kulit," kata penulis studi.
Selain itu, studi ini juga bisa digunakan sebagai pembanding keefektifan berbagai tindakan perlindungan, dan mencari penggantinya untuk mencegah eksim tangan.
Baca Juga: 3 Sunah Mencuci Tangan yang Diajarkan Nabi, Baik Diterapkan di Masa Pandemi
“Penelitian ini menunjukkan sekarang ada epidemi penyakit kulit dalam pandemi Covid-19. Saya juga sangat senang untuk melihat bagaimana kelompok dermatologis mencari solusi potensial untuk masalah ini," kata Marie-Aleth Richard, Anggota Dewan EADV dan Profesor di Rumah Sakit Universitas La Timone, Marseille.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini