Suara.com - Ketua Tim Mitigasi Covid-19 PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. dr. Zubairi Djurban beri peringatan alarm dini adanya kenaikan positivity rate di Indonesia. Demikian pula yang terjadi di Jakarta.
Data Satgas Penanganan Covid-19 pada hari raya Idulfitri, Kamis (13/5), mengumumkan terjadi penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 3.448 orang. Provinsi DKI Jakarta menjadi penyumbang pasien baru Covid-19 terbanyak dengan 785 orang.
"Alarm dini. Positivity rate di Jakarta naik ke angka 10,9 persen. Sementara Indonesia 19,2 persen," kata Prof Zubairi dikutip dari tulisannya di media sosial Twitter, Jumat (14/5/2021).
Selain DKI Jakarta, ada tiga provinsi lain yang jadi penyumbang kasus baru terbanyak. Yakni, Riau dengan 513 kasus, Jawa Tengah 480 kasus, Jawa Barat 400 kasus, dan Jawa Timur dengan 148 kasus.
Menurut Prof. Zubairi, kenaikan kasus yang cukup signifikan juga terjadi di Sumatera. Ia mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir. Sehingga masyarakat tetap harus disiplin menerapkan protokol kesehatan.
"Eskalasi kasus positif Covid-19 bisa dilihat di Sumatera. Cukup signifikan. Sekali lagi, kita semua harus tanggung jawab untuk tetap pakai masker. Pandemi masih jauh dari selesai," pungkasnya.
Selain tambahan kasus positif, Satgas Penanganan Covid-19 juga melaporkan terjadi penambahan pasien sembuh sebanyak 4.201 orang. Terdapat pula penambahan pasien yang meninggal setelah terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 99 orang.
Dengan penambahan tersebut, maka sejak Maret 2020 telah terdapat total 1.731.652 kasus konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia. Sebabyak 1.589.079 orang di antaranya telah sembuh dari infeksi dan 47.716 orang meninggal dunia.
Satgas mencatat saat ini ada 94.857 orang yang masih positif Covid-19, baik sedang dalam perawatan di rumah sakit maupun menjalani isolasi mandiri.
Baca Juga: Situasi Buruk, Wagub Sumbar Minta Sekolah Tutup dan Tunda Pesantren Ramadan
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?