Suara.com - Gangguan menstruasi bisa menerpa siapa saja, tak terkecuali perempuan yang belum menikah. Salah satu yang paling umum terjadi adalah menstruasi tidak teratur. Apa ya penyebabnya?
Menurut dr. Edwin Thia, dokter kandungan dari Mount Elizabeth Novena Hospital, Singapura, ada beragam penyebab gangguan menstruasi yang dialami perempuan.
"Ada banyak penyebab menstruasi tidak teratur. Alasan paling umum bisa jadi adalah masalah terkait stres dan berat badan," ungkapnya, dikutip dari forum Smarterhealth.id, baru-baru ini.
dr Thia mengatakan faktor gaya hidup memegang peranan penting dalam pencetus gangguan menstruasi yang dialami perempuan.
Selain stres dan masalah berat badan, pola makan tidak teratur, kurang istirahat, hingga kebiasaan minum alkohol dan merokok juga dapat menyebabkan gangguan menstruasi.
Untuk itu, perempuan yang mengalami gangguan menstruasi alias menstruasi tidak teratur diminta untuk mengubah gaya hidup.
"Seseorang dapat makan secara sehat dengan pola makan yang seimbang, berolahraga secara teratur, mengurangi asupan alkohol, berhenti merokok dan istirahat yang cukup di malam hari. Tindakan sederhana ini dapat membantu meringankan gejala," tambahnya lagi.
Namun jika gangguan menstruasi masih terus terjadi meski Anda sudah melakukan perubahan gaya hidup atau disertai dengan masalah kesehatan lain, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter.
"Jika masalah terus berlanjut atau jika ada gejala lain yang lebih serius, temui dokter kandungan Anda untuk menyelidiki lebih lanjut," tutupnya.
Baca Juga: Ladies, Ini 5 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Hari Kebersihan Menstruasi
Berita Terkait
-
Mengapa Edukasi Menstruasi Bisa Membantu Menekan Risiko HIV pada Remaja?
-
Dari Minum Air Hangat ke Empati Nyata: Cara Baru Mendukung Perempuan Saat Menstruasi
-
Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami
-
Viral! Cowok 18 Tahun Masuk IGD Ngaku Menstruasi, Dokter Ungkap Fakta Pilu di Baliknya
-
Hari Pertama Haid dan Tuntutan Perempuan untuk Tetap Kuat
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?