Suara.com - Banyak orang bekerja hanya duduk diam di depan laptop atau komputer mudah mengalami peningkatan berat badan. Anda mungkin salah satu yang mengalami hal ini meskipun tidak banyak makan.
Duduk diam di depan laptop atau komputer selama berjam-jam bisa memberikan efek fisiologis buruk pada tubuh Anda. Karena itu, Anda perlu mencari tahu penyebab peningkatan berat badan
Berikut ini dilansir dari Bright Side, 3 penyebab orang yang bekerja hanya duduk di depan laptop maupun komputer sangat mudah mengalami kenaikan berat badan.
1. Pencahayaan dan suhu ruangan mempengaruhi nafsu makan
Para peneliti menemukan bahwa ruangan dengan pencahayaan redup meningkatkan nafsu makan. Terangnya ruangan juga akan mempengaruhi keinginan Anda untuk makan lebih banyak saat gelap dan lebih sedikit saat cahaya terang.
2. Bekerja setelah jam kerja
Bekerja lebih lama juga bisa mempengaruhi berat badan seseorang. Kurangnya waktu luang berarti Anda lebih suka melewatkan olahraga. Selain itu, kurang tidur juga bisa membuat hormon yang mengatur nafsu makan menjadi tidak seimbang, sehingga meningkatkan hormon yang menyebabkan rasa lapar.
3. Stres
Tingkat stres yang konsisten di tempat kerja karena tenggat waktu juga bisa menjadi salah satu penyebab utama peningkatan berat badan. Tingkat stres yang tinggi juga bisa meningkatkan kadar hormon kortisol, memicu keinginan mengidam lemak dan gula.
Baca Juga: Waduh! Kemenkes Sebut Ada 145 Varian Berbahaya Virus Corona di Indonesia
Itulah sederet penyebab orang yang bekerja hanya duduk di depan laptop maupun komputer sangat mudah mengalami kenaikan berat badan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?