Suara.com - Virus corona Covid-19 yang sudah mewabah lebih dari 1 tahun masih saja sulit dipahami. Pasalnya virus ini terus bermutasi dan setiap orang bisa mengalami gejala yang berbeda.
Dalam hal ini, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Profesor Zubairi Djoerban menjelaskan berbagai pertanyaan masyarakat soal penularan Covid-19.
"Ada pertanyaan kepada saya tentang kapan sebenarnya seseorang menjadi sangat menular setelah terinfeksi Covid-19, dan berapa lama seorang penyintas itu tetap bisa menularkan virus kepada orang lain?," tulis Profesor Zubairi di akun Twitternya pada Jumat (2/7/2021).
Menurut Profesor Zubairi, waktu rata-rata virus menular adalah 8 hari setelah timbulnya gejala. Ia merujuk pada penelitian Jeroen van Kampen, Konsultan Mikrobiologi dan Ahli Virologi Erasmus Medical Center.
"Jeroen van Kampen melaporkan bahwa penelitiannya tidak menemukan virus SARS-CoV-2 yang dibiakkan dari sampel saluran nafas setelah hari ke-8 sejak timbulnya gejala," tulisnya.
Namun ia menegaskan bahwa masih ada kemungkinan virus menyebar di 15 hari setelah gejala pertama, meski kemungkinan hanya 5 persen.
"Dari seratusan pasien yang diteliti, didapati juga bahwa virus shedding (virus yang masih bisa keluar dari seseorang yang sakit) tetap terjadi hingga hari ke-18 dan hari ke-20. Masing-masing terjadi pada satu pasien," catat Profesor Zubairi.
Dia juga mencatat bahwa menurut penelitian dari The Lacet, seseorang akan sangat menular di minggu pertama begitu muncul gejala. Orang yang terinfeksi Covid-19 menurutnya bisa berkumpul kembali dengan orang lain setelah lewat dari 10 hari gejala pertama dan sudah tidak ada gejala panas lebih dari 24 jam.
Baca Juga: Studi Temukan Hewan Peliharaan Bisa Kena Covid-19 dari Manusia
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya