Suara.com - Lonjakan kasus Covid-19 yang terus saja terjadi, membuat Pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat alias PPKM Darurat.
PPKM Darurat merupakan bentuk mengendalikan penyebaran Covid-19 yang dilakukan dengan membatasi mobilisasi masyarakat.
Koordinator Komunikasi Publik KPCPEN, Arya Sinulingga, mengatakan ada beberapa tips untuk Anda selama berdiam diri di rumah, saat PKM darurat.
Yang pertama, ia menyarankan harus tetap semangat dan terus berpikir positif. Dengan berpikir positif, dampak ini baik untuk menjaga imunitas tubuh.
Selain itu, memberi rasa aman dan nyaman sangat perlu terhadap keluarga. Terutama anak-anak maupun orang tua.
Selanjutnya, Arya Sinulingga juga mengatakan jangan membeli bahan makanan yang berlebihan.
“Jika hanya untuk keperluan makanan dan sehari-hari, itu bisa didapat di toko terdekat. Jadi tidak perlu panik dan tidak harus memborong bahan makanan,” ungkapnya, lewat keterangan rilis yang diterima Suara.com, Jumat (2/7/2021).
Menurutnya, dalam menghadapi masa PPKM Darurat masyarakat harus tetap berpikir kreatif dan inovatif. Salah satunya menyiasati kondisi di masa pandemi.
Ia juga mengingatkan untuk mengurangi konsumsi gula dan alkohol agar tubuh tetap sehat.
Baca Juga: Hari Pertama Penerapan PPKM Darurat, Kondisi Mall di Kota Solo Sepi
“Jadi, perlu makan makanan yang bergizi dan olahraga secara teratur,” ungkap Arya lebih lanjut.
Selama di rumah, Arya Sinulingga juga memberi tips agar tidak ada kegiatan yang membosankan. Salah satunya bisa dari membaca buku, mendengarkan musik, dan menonton film.
Kegiatan ini, lanjut dia, bisa menghilangkan rasa cemas dan juga stres. Tak lupa, ia juga mengingatkan bahwa masing-masing harus menguatkan satu sama lain. Meski berjarak jauh, ini bisa dilakukan lewat grup komunikasi digital seperti WhatsApp.
Ia meminta masyarakat untuk patuhi peraturan pemerintah selama PPKM Darurat diberlakukan.
“Agar kondisi cepat kembali normal, patuhi anjuran pemerintah selama PPKM Darurat,” tegasnya.
Berita Terkait
-
Indonesia Disebut Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, PSSI Buka Suara
-
John Herdman Putar Otak Bikin Timnas 'Selevel' Jepang, Exco PSSI: Santai Saja
-
Grup Neraka Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Terjepit Antara Raksasa Jepang dan Ancaman Thailand
-
Militansi Suporter Garuda Jelang Laga Timnas Indonesia di Piala Asia 2027, Exco PSSI: Gila
-
Ribut-ribut Pemain Setelah Duel Persija vs Persib, PSSI Belum Berani Ambil Sikap
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
Terkini
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19