Suara.com - Media sosial baru baru ini diramaikan viralnya video sejumlah orang yang berebut susu beruang atau Bear Brand di pusat perbelanjaan. Mereka saling desak dan sikut demi mendapatkan susu beruang tersebut.
Banyak masyarakat menganggap bahwa susu beruang punya khasiat lebih bagi kesehatan. Tidak heran jika susu ini kemudian diburu.
Tapi, sebenarnya apa saja sih yang terkandung dalam susu beruang? Selain itu apa saja manfaat dan khasiat susu beruang ini?
Seperti diketahui, susu beruang sendiri termasuk ke dalam susu segar atau juga dikenal dengan susu UHT. Dilansir dari Hello Sehat, berikut beberapa manfaatnya.
Meningkatkan kesehatan tulang
Mengonsumsi susu segar dikatakan bisa meningkatkan kesehatan tulang. Tentunya kandungan seperti kalsium, fosfot dan zat besi, berperan besar dalam meningkatkan kepadatan tulang Anda.
Menjaga kesehatan jantung
Dengan mengonsumsi susu segar, diyakini bisa menjaga kesehatan jantung lewat kandungan asam lemak omega-2. Tapi yang perlu diingat, jangan sampai mengonsumsi secara berlebihan, terutama jika Anda sudah memiliki penyakit jantung.
Meningkatkan massa otot
Baca Juga: Susu Beruang Bear Brand dan Konstruksi Sosial
Mengonsumsi susu juga baik untuk meningkatkan massa otot. Hal ini berkat adanya protein yang terkandung di dalamnya. Tidak hanya baik untuk pria, wanita dikatakan juga dapat menurunkan rendah lemak.
Menurunkan risiko kanker
Lewat kandungan asam lemak omega-3 pada susu segar, memiliki manfaat yang baik dalam menurunkan risiko penyakit kanker. Selain itu, sifat antioksidan seperti beta karoten juga dapat mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas, sehingga ini bisa menurunkan risiko terkena kanker.
Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Tidak perlu diragukan lagi, susu segar juga baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Menariknya, kandungan protein, vitamin A, asam lemak omega-3 serta beragam jenis antioksidan, dapat melindungi tubuh dari kerusakan sel dan melawan penyakit infeksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
Terkini
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital