Suara.com - Pfizer berencana meminta persetujuan badan pengawas obat dan makanan Amerika Setikar (FDA) untuk memberikan dosis ketiga vaksin Covid-19. Mereka menyatakan bahwa tambahan dosis dalam 12 bulan dapat secara dramatis meningkatkan kekebalan secara signifikan.
Melansir dari NBC News, tambahan dosis vaksin ini mungkin bisa menangkal mutasi varian virus corona yanng mengkhawatirkan.
Selain itu, beberapa penelitian di berbagai negara juga menunjukkan bahwa Pfizer dan vaksin lain mengalami penurunan efektivitas dalam melawan varian delta.
Dua dosis dari sebagian besar vaksin sangat penting untuk mengembangkan antibodi penangkal virus tingkat tinggi terhadap semua versi virus corona, bukan hanya varian delta.
Namun, antibodi secara alami berkurang seiring waktu. Oleh karenanya, penelitian juga sedang dilakukan untuk mengetahui apakah dan kapan tambahan dosis mungkin diperlukan.
Peminmin Riset dan Pengembangan Pfizer, Dr. Mikael Dolsten mengatakan kepada The Associated Press bahwa data awal dari studi perusahaan menunjukkan tingkat antibodi orang melonjak 5-10 kali lipat setelah dosis ketiga jika dibandingkan dengan dosis kedua bulan sebelumnya.
Pada bulan Agustus mendatang, Pfizer berencana untuk meminta FDA untuk mendapatkan otorisasi darurat dosis ketiga.
Sebelumnya, dalam tes laboratorium, darah dari beberapa lusin orang yang diberi dosis pertama vaksin Pfizer atau AstraZeneca hampir tidak menghambat varian delta.
Meski demikian, berminggu-minggu setelah mendapatkan dosis kedua mereka, hampir semua memiliki dorongan kekebalan yang cukup kuat untuk menetralkan varian delta namun akan berkurang seiring waktu.
Baca Juga: Kasus Aktif Covid-19 Tembus 100 Ribu, Wagub DKI: Masih Banyak Pelanggaran PPKM
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin