Suara.com - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus baru-baru ini mengeluarkan peringatan bagi warga dunia. Menurut kepala WHO, badai masalah yang sempurna telah memicu gelombang baru virus corona di seluruh dunia.
Dia mengeluarkan peringatan kepada anggota Komite Olimpiade Internasional di Tokyo menjelang pembukaan pertandingan pada hari Jumat.
Direktur Jenderal WHO menyalahkan distribusi vaksin yang tidak merata di seluruh dunia. Kegagalan global untuk berbagi vaksin, tes dan perawatan telah memungkinkan inkubasi mutasi baru, katanya.
Hasilnya adalah ketidakseimbangan yang mengejutkan antara populasi yang divaksinasi yang terbuka dan mereka yang tidak divaksinasi jatuh ke dalam penguncian tanpa akhir, kata kepala WHO.
Perbedaan vaksin di seluruh dunia menutupi “ketidakadilan yang mengerikan,” tambahnya.
Kepala WHO melanjutkan , "Ini bukan hanya mengusik moral, ini juga merugikan diri sendiri secara epidemiologis dan ekonomi."
Dia menambahkan, semakin lama pandemi berlangsung, semakin besar konsekuensinya.
"Pandemi adalah ujian dan dunia sedang gagal."
Dia memperingatkan bahwa "19 bulan memasuki pandemi, dan tujuh bulan sejak vaksin pertama disetujui, masyrakat dunia sekarang berada pada tahap awal gelombang infeksi dan kematian lainnya".
Baca Juga: Anggota Rombongan Positif COVID-19, Arsenal Batal Hadapi Inter Milan di Florida Cup
Tedros juga memperingatkan bahwa ancaman global pandemi tidak akan mereda sampai semua negara dapat mengendalikan penyakit tersebut.
Peringatan keras kepala WHO terhadap upaya global datang ketika Olimpiade Tokyo akan dibuka Jumat setelah ditunda tahun lalu karena pandemi.
Olimpiade Tokyo mendapat kecaman karena terus maju, meskipun kasus-kasus berkecamuk di Jepang.
Kasus di sekitar ibu kota Jepang telah meningkat lebih dari 1.000 infeksi baru setiap hari dalam beberapa hari terakhir.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya