Suara.com - Mungkin Anda pernah mendengar bahwa memangku laptop bisa menyebabkan kanker atau masalah reproduksi. Padahal kemungkinan bukan kanker, namun semacam masalah kulit.
Menurut laman resmi Cancer Council Australia, bukti ilmiah saat ini menunjukkan tidak ada hubungan antara menggunakan komputer portabel (laptop) dan kanker. Sebagian besar teori tentang laptop dan kanker berhubungan dengan panas, radiasi elektromagnetik, atau radiasi dari jaringan nirkabel (WiFi).
"Satu teori menunjukkan bahwa pria yang menggunakan laptop di pangkuan mereka berisiko lebih besar terkena kanker testis karena panas di dekat skrotum yang dapat merusak sel," catat Cancer Council.
Sementara beberapa penelitian menunjukkan panas (dari berbagai sumber, bukan hanya laptop) dapat mempengaruhi sperma dan kesuburan pria, namun tidak ada penelitian yang menghubungkan panas dari laptop dengan kerusakan sel atau kanker.
Hanya saja, pernah ada kasus sindrom kulit panggang (kondisi kulit berbintik-bintik yang disebabkan oleh paparan panas jangka panjang) pada orang yang menggunakan laptop dengan bertumpu pada kaki mereka untuk waktu yang lama.
Beberapa mengklaim bahwa kerusakan tersebut berpotensi menyebabkan kanker kulit, tetapi tidak ada bukti untuk membuktikan hal ini.
Laptop, seperti banyak peralatan listrik lainnya menghasilkan medan listrik dan magnet, namun sebagian besar berada dalam rentang frekuensi yang sangat rendah.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kekuatan medan jauh di bawah pedoman batas paparan internasional dan tidak ada bukti ilmiah tentang efek kesehatan dari paparan tingkat rendah jangka panjang.
Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Terawan Jadi Penyelamat Dunia Karena Vaksin Nusantara Disetujui?
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital