Ilustrasi anak imunisasi. (Unsplash)
Suara.com - Setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM diperpanjang, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) kembali menyerukan imunisasi rutin anak kembali dilanjutkan.
Keputusan ini tertuang dalam surat rekomendasi Pelayanan Imunisasi Rutin Anak yang diperbaharui pada 27 Juli 2021, yang ditandatangani Ketua Umum IDAI Prof. Aman B. Pulungan.
Rekomendasi diberikan berdasarkan perkembangan situasi pandemi pembatasan sosial yang dilakukan pemerintah. Mengingat saat PPKM darurat, IDAI meminta imunisasi rutin anak ditunda selama 2 pekan. Dan kini PPKM kembali diperpanjang, dan di sisi lain anak sangat perlu mendapatkan imunisasi rutin.
Berikut daftar rekomendasi imunisasi anak dari IDAI untuk semua dokter anak di masa PPKM:
- Agar semua anggota IDAI di daerah PPKM kembali melanjutkan layanan imunisasi, terutama imunisasi kejar secara simultan dengan mempertimbangkan risiko di masing-masing-masing rumah sakit serta menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk tenaga kesehatan maupun pasien.
- Layanan imunisasi di masa pandemi Covid-19 agar mengikuti Petunjuk Teknis Pelayanan Imunisasi Pada Masa Pandemi Covid-19 yang disusun oleh Kemenkes bersama IDAI, ITAGI, Komnas KIPI, WHO, Unicef dan CHAI Indonesia.
- Bila perlu dan memungkinkan dapat melakukan imunisasi melalui layanan tanpa turun (lantatur).
- Selain imunisasi, agar dokter tetap memprioritaskan telekonsultasi untuk pelayanan kesehatan anak bukan gawat darurat, dan tetap melakukan pemantauan telekonsultasi untuk anak- anak yang sedang dalam isolasi mandiri.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?
-
Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien