Setelah tubuh membusuk, dalam waktu berminggu-minggu sampai berbulan-bulan, tubuh yang meninggal akan terurai dan dimakan oleh organisme lainnya, menyisakan tulang kerangka.
Jika tubuh dikubur tanpa peti, akan butuh waktu empat bulan sampai ke proses kerangka. Tapi jika dimakamkan menggunakan peti, bisa sampai bertahun-tahun hingga mayat berubah jadi kerangka.
Kehidupan Baru Setelah Kematian
Walaupun sudah tidak bernyawa, ternyata tubuh manusia masih bisa bermanfaat. Organisme yang hidup dari proses penguraian menyerap energi dari tubuh.
Berdasarkan hukum kekekalan energi, energi tidak bisa diciptakan dan dihancurkan, energi sendiri bisa berubah dari satu bentuk ke bentuk energi lainnya. Artinya, energi dalam tubuh yang sudah meninggal dunia tidak benar-benar hilang, hanya berubah bentuk saja.
Contohnya, jika tubuh dikubur maka organ akan mengurai. Penguraian itu akan melepaskan karbon dioksida, yang kemudian diserap pohon untuk fotosintesis dan menyediakan udara segar bagi kehidupan.
Selain itu, zat bernutrisi yang dikeluarkan sel-sel dan jaringan tubuh juga memberikan manfaat bagi tanah, yaitu menjadi kaya akan nutrisi sehingga membuat tanaman jadi lebih subur dan rimbun.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan
-
Susu Creamy Ala Hokkaido Tanpa Drama Perut: Solusi Nikmat buat yang Intoleransi Laktosa
-
Tak Melambat di Usia Lanjut, Rahasia The Siu Siu yang Tetap Aktif dan Bergerak