Suara.com - Pemerintah Spanyol mengklaim siap melakukan uji klinis untuk vaksin COVID-19 buatan mereka sendiri dalam waktu dekat.
Dilansir ANTARA, Perdana Menteri Pedro Sanchez mengatakan bahwa vaksin dikembangkan oleh Hipra, perusahaan farmasi yang berbasis di Spanyol.
Uji klinis tahap awal akan merekrut puluhan partisipan dari rumah sakit di Spanyol untuk menguji kadar toleransi dan keamanan obat, serta imunitas dan kemanjuran.
Hipra, yang memiliki basis manufaktur di Spanyol dan Brazil, mengklaim mampu menghasilkan hingga 400 juta dosis pada 2020 dan 1,2 miliar dosis pada 2023.
"Badan medis dan produk kesehatan Spanyol baru saja memberikan lampu hijau untuk uji klinis vaksin COVID-19 Spanyol pada manusia," kata Sanchez saat konferensi pers di Lanzarote di Kepulauan Canary.
Hipra, laboratorium farmasi yang secara khusus meneliti dan memproduksi vaksin hewan, mengembangkan dua vaksin COVID-19.
Vaksin pertama Hipra berbasis teknologi messenger RNA yang juga digunakan pada vaksin Pfizer dan Moderna.
Sementara vaksin kedua, yang baru saja mendapatkan izin uji coba, menggunakan protein rekombinan seperti produsen obat Novavax yang berbasis di AS.
Spanyol menyusul Brasil, Kuba, dan Iran yang tengah melakukan uji klinis vaksin COVID-19 buatan sendiri.
Baca Juga: Pemprov Kepulauan Riau Siapkan Ribuan Vaksin Moderna Untuk Warga Sipil
Sementara itu, Amerika Serikat dan China masih menjadi negara dengan produksi vaksin COVID-19 terbanyak.
Berita Terkait
-
Eks Manchester United: Lamine Yamal Jadi Alasan Spanyol Favorit Juara Piala Dunia 2026
-
Peta Kekuatan Calon Juara Piala Dunia 2026: 5 Tim Ini Dijagokan FIFA
-
Luis de la Fuente: Lamine Yamal Harus Terbuka Terima Nasihat dan Jangan Cedera
-
Tidak Terpilihnya Dean Huijsen di Timnas Spanyol Menuai Tanda Tanya
-
Alarm Bahaya Wabah Ebola, IPMG Percepat Transfer Riset Farmasi di Indonesia
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- 5 Rekomendasi Lipstik Anti Luntur Saat Dipakai Makan Gorengan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien