Suara.com - Beberapa vaksin Covid-19 telah terbukti aman dan menawarkan perlindungan yang cukup efektif terhadap virus corona Covid-19. Tapi, semua vaksin Covid-19 itu diberikan menggunakan metode suntik.
Para ilmuwan pun berusaha membuat vaksin Covid-19 melalui hidung. Karena, vaksin hidung dianggap sebagai harapan baru dalam melawan virus corona Covid-19.
Bharat Biotech di Hyderabad yang membuat vaksin Covid-10 Covaxin pun berupaya mengembangkan satu dosis vaksin hidung yang bisa memperkuat kekebalan tubuh seseorang.
Meskipun sejumlah vaksin Covid-19 yang sudah disetujui penggunaannya ini telah melalui banyak evaluasi klinis dan memiliki tingkat kemanjuran yang menjanjikan. Beberapa ahli percaya bahwa vaksin Covid-19 yang diberikan melalui hidung jauh lebih efektif dibandingkan vaksin suntik.
Saat ini dilansir dari Times of India, vaksin Covid-19 yang digunakan berfungsi menambah respons imun seseorang untuk melawan virus corona.
Sementara itu, para ilmuwan telah mengembangkan metode vaksin hidung sejak tahun 2020 lalu. Mereka sedang menjanjikan vaksin hidung ini sebagai dosis penguat.
Vaksin Hidung
Vaksin hidung atau vaksin intranasal adalah jenis vaksin yang mendorong respons imun ketika baru disuntikan atau dimasukkan melalui hidung, bukan disuntikan ke lengan.
Vaksin hidung ini biasanya diberikan melalui jarum suntik, semprotan hidung atau pengiriman aerosol yang disuntikan langsung ke rongga hidung.
Baca Juga: Bisakah Anda Terinfeksi 2 Varian Virus Corona Covid-19?
Meskipun vaksin hidung ini termasuk konsep baru, tapi vaksin Covid-19 hidung lebih menargetkan sel-sel kekebalan yang ada di saluran pernapasan di sepanjang lapisan hidung dan menciptakan respons kekebalan yang efektif untuk menghasilkan antibodi kuat.
Ada banyak data yang telah mendukung penggunaan dan pemberian vaksin intranasal dibandingkan vaksin suntik. Dalam perjuangan kolektif kita melawan virus corona, vaksin hidung tidak hanya menjadi harapan tetapi juga terbukti sangat ampuh dan membantu dalam memerangi virus corona Covid-19.
Menurut para ahli dan studi klinis yang sedang dilakukan, salah satu alasan utama vaksin hidung menawarkan perlindungan lebih kuat. Karena, vaksin ini menargetkan langsung ke sel-sel kekebalan yang ada di rongga hidung.
Ketika vaksin disuntikkan ke dalam hidung, vaksin akan menargetkan sel-sel kekebalan yang ada bersama dengan lendir, yang mana menjadi area paling banyak mencakup virus corona Covid-19.
Ada juga beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa vaksinasi hidung bisa sangat mirip dengan apa yang dirasakan kekebalan alami, sehingga vaksin Covid-19 jenis ini bisa menjangkau lebih banyak orang untuk vaksinasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!