Suara.com - Sudah diketahui bahwa kesalahan dalam makanan yang Anda konsumsi bisa berefek pada kesehatan. Dalam hal ini, tubuh Anda bisa memperlihatkan kesalahan asupan yang Anda konsumsi.
Melansir dari Healthshots, berikut beberapa kondisi yang muncul jika Anda salah dalam mengonsumsi makanan, antara lain:
1. Kelelahan
Jika Anda kekurangan energi untuk sementara waktu, maka penyebabnya mungkin dari asupan yang Anda konsumsi. Kondisi ini terjadi saat Anda kekurangan nutrisi penting, lemak sehat, dan protein.
Saat Anda kehilangan nutrisi penting ini, maka Anda bisa mengalami kelelahan, pusing, tekanan darah rendah, penurunan aliran darah ke otak, dan merasa tidak seimbang sepanjang waktu.
2. Rambut rontok
Menurut ulasan 2013 yang diterbitkan di National Center for Biotechnology Information, kekurangan protein, mineral, asam lemak esensial, dan vitamin dapat menyebabkan kerontokan rambut atau kelainan lainnya.
3. Kelaparan terus-menerus
Rasa lapar yang terus-menerus dapat dikaitkan dengan beberapa faktor seperti kurang tidur, obat-obatan, masalah tiroid, kehamilan, dan lain sebagainya. Tetapi salah satu penyebab utamanya adalah tidak cukup makanan bergizi.
Baca Juga: Penting bagi Pria, Pola Makan Mediterania Turunkan Risiko Disfungsi Ereksi
Studi mengkonfirmasi bahwa nafsu makan dan mengidam makanan meningkat sebagai respons terhadap pembatasan kalori yang drastis karena perubahan kadar hormon yang mengontrol rasa lapar dan kenyang.
4. Masalah tidur
Faktanya, kurang tidur dikaitkan dengan masalah kesehatan mental, penambahan berat badan, dan masalah kesehatan lainnya. Selain itu, tidak hanya makan berlebihan dan diet ketat, makan mendekati waktu tidur juga dapat mengganggu tidur Anda.
Secara keseluruhan, kebiasaan makan Anda memiliki dampak besar pada siklus tidur Anda.
5. Sembelit
Makan terlalu sedikit kalori atau kurang makan dapat menyebabkan sembelit. Ini tidak mengherankan karena mengonsumsi makanan yang sangat sedikit akan menghasilkan lebih sedikit limbah di saluran pencernaan Anda.
Cobalah makan makanan yang cukup dan sertakan makanan kaya serat karena serat membantu meredakan sembelit.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI