Suara.com - Anak Indonesia rentan menjadi koban kejahatan seksual seperti pedofilia. Konsep pedofilia kembali jadi sorotan setelah ramai oknum artis kasus pencabulan bebas dari penjara dan diarak bak pahlawan.
Terlepas dari kontroversi itu, apasih pedofilia dan bagaimana mewaspadainya?
Dikutip dari Thoughtco, pedofilia adalah gangguan kejiwaan di mana orang dewasa atau remaja yang lebih tua tertarik secara seksual kepada anak kecil.
Mengerikannya seorang pedofil bisa siapa saja, tua ataupun muda, kaya atau miskin, berpendidikan atau tidak, bahkan baik lelaki maupun perempuan.
Meski jumlah laporan terbanyak pedofil merupakan lelaki, tapi ada juga laporan pelaku pedofilia seorang perempuan.
Berikut ini beberapa ciri pedofilia yang perlu diwaspadai:
1. Sering terpesona dengan aktivitas anak-anak, bahkan kerap lebih suka aktivitas bersama anak-anak dibanding aktivitas bersama orang dewasa.
2. Pedofil juga kerap memanggil anak dengan istilah tidak biasa, seperti malaikat cantik atau tampan, anak polos, anak harum surgawi, bidadari, hingga kata-kata yang tidak pantas dan terdengar berlebihan.
3. Dalam hal hobi, pedofil juga kerap kekanak-kanakan, seperti mengoleksi mainan mahal populer, memelihara hewan atau reptil yang eksotis, atau mengoleksi dan membuat model pesawat dan mobilan.
Baca Juga: Bukan Pedofilia, Ahli Psikologi Forensik Ungkap Istilah yang Tepat Untuk Saipul Jamil
4. Sering kali memiliki ruangan atau lingkungan sekitarnya yang didekorasi khusus untuk menarik anak, sehingga akan lebih mudah membujuknya.
5. Pedofil juga suka anak yang sudah mendekati masa pubertas, dan belum pernah mendapatkan pengalaman seksual, dan anak yang ingin tahu tentang seks.
6. Sikapnya sangat berbeda, alih-alih mencoba menyelami kehidupan anak-anak, pedofil juga sering memperlakukan anak-anak seperti orang dewasa.
7. Pedofil juga kerap dipekerjakan di posisi yang sehari-hari melakukan kontak langsung dengan anak-anak. Bahkan ia kerap rela menjadi relawan yang berhubungan dengan anak-anak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi